Anak Pengembala Kerbau Berkomitmen Siap Membangun Desa Akle

beritadelapanenam,-Semau, –Menjadi seorang pengembala kerbau sejak  kecil, membuat dirinya semakin mapan dalam meniti kehidupan. Kehidupan mengajarkannya sejuta kesabaran dan  kerendahan diri terhadap sesama. Begitulah kepribadian dari sosok pemilik nama lengkap, Arnold Daik ini.  Pria kelahiran Rote, 21 Agustus 1968 lalu tersebut. Gaya bicara yang ceplas-ceplos, membuat dirinya dikenal luas oleh masyarakat desa akle Kecamatan Semau timur. Mantan Kepala Dusun ini dalam kesehariannya, sangat bersahabat dengan siapa saja tanpa memandang suku mana, daerah mana dan agama apa.  Suami dari Rosiana Toi ini, ternyata bukanlah karakter yang egois, memiliki nyali dan keberanian dan bermental bagai seorang pejuang, selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Itu dibuktikan ketika dirinya pernah mengusulkan dan mendatangkan beberapa ton tali rumput laut dan bibit padi ke desa akle tanpa sehelai proposal pun kepada pemerintah Kabupaten Kupang.  Ayah dari Mariana Daik, (19 Tahun) dan Verowaty Daik, (21 Tahun), lebih menyukai tantangan dalam hidupnya karena bagi dia, tantangan merupakan ujian untuk mempertebal keimanan kepada sang pemberi kehidupan sehingga siapapun yang melewatinya diyakini pasti berkelimpahan berkat.   Bahkan karena  selalu monomer satukan kebersamaan,  meski  hanya mengkantongi ijasah paket dari SD hingga SMA namun dukungan dan dorongan politik  dari masyarakat Desa Akle terus mengalir kepadanya untuk maju bertarung dalam pemilihan Kepala Desa Akle Kecamatan Semau  timur pada Tahun 2019 mendatang.  Petani rumput laut yang memiliki filosofi, “dihina tidak berkurang dipuji tidak bertambah,” tersebut ketika ditanyai wartawan apakah siap mengakomodir aspirasi masyarakat untuk maju dalam ajang pilkades Akle, dengan kerendahan hati dia menjawab, “soal takdir, soal hidup, soal masa depan, dan soal apapun di dunia ini adalah atas kehendak dan restu tuhan sehingga apabila Sang Pemberi hidup merestui hal itu maka dirinya akan selalu menyatakan siap mengamankan aspirasi masyarakat pendukungnya untuk maju dalam ajang pilkades Akle Tahun 2019 mendatang. “saya tidak sekuat bongkahan gunung. saya hanya seongkok debu yang siap diterbangkan angin,”ungkap Arnold.  Tidak cukup di situ, arnold daik, telah memiliki konsep dan program  yang jelas bahwa dalam pencalonan Kepala Desa Akle mendatang apabila dirinya terpilih maka yang diprioritaskan adalah pertama, sarana prasarana jalan agar akses masuk ke desa akle semakin terbuka. Kedua, penataan pemukiman masyarakat mengikuti panjangnya jalan raya umum hingga ke pesisir pantai. Tujuannya agar Desa Akle tidak terlihat seperti desa kumuh. Ketiga, akan memperjuangkan penyulingan air laut menjadi air tawar sehingga masyarakat Desa Akle tidak kekurangan air bersih. Keempat, akan mewajibkan penanaman pohon kelapa kepada setiap Laki-laki dan perempuan yang hendak membentuk rumah tangga. Masing-masing diwajibkan menanam dua pohon kelapa. Khusus yang dahulu hamil akan mendapatkan penambahan dua pohon sehingga suami, istri dan anak kewajibannya menanam enam pohon. Pohon-pohon kelapa tersebut kembali menjadi milik masyarakat. Sedangkan Desa hanya mendapatkan kesejukan dan keindahan dari pohon-pohon kelapa tersebut. Kelima, akan memperjuangkan pemberdayan kepada seluruh petani rumput laut di Desa Akle, melalui dana desa, maupun APBD Kabupaten Kupang. Keenam, akan memperjuangan dana pemberdayaan dibidang peternakan khususnya peternakan babi. Ketujuh, akan menanggulangi seluruh biaya pajak bumi dan bangunan, (PBB), milik masyarakat selama menjabat sebagai Kepala Desa Akle.  Selanjutnya, Arnold berjanji seluruh dana baik ADD, APBD dan APBN yang masuk ke Desa Akle akan diumumkan kepada masyarakat dan sebelum dimanfaatkan lebih dahulu akan dibahas bersama dengan seluruh lapisan masyarakat.  Selamat berjuang***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *