900 Orang Siswa-Siswi SMPN 9 Kupang Mengikuti Sosialisasi Dampak Bahaya Narkoba

beritadelapanenam-Kota Kupang, -Sebanyak 900 orang siswa-siswi, guru-guru dan pegawai Sekolah Menengah Pertama, (SMP), Negeri 9 Kupang mengikuti sosialisasi dampak bahaya narkoba bagi generasi penerus pada Selasa, 6 November 2018, pukul 8. 00 hingga 10. 00 wita di aula sekolah setempat.
Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Yayasan Pelangi dari Jakarta bekerjasama dengan TNI AD dan Polri tersebut ternyata mendapat sambutan positiv tidak hanya dari kalangan siswa-siswi, melainkan guru-guru dan pegawai pun turut mengambil bagian sebagai peserta.
Isakh Koroh, S.Pd, Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Kupang, kepada awak media di ruangannya menyebutkan, karena KBM di SMPN 9 Kupang ada pagi dan siang sehingga sosialisasi dibagi dalam dua tahap.
“Tahap pertama dilakukan pada pagi pukul 8. 00 sampai dengan 11. 00 wita. Sedangkan siang dilaksanakan pada pukul 12, 00 wita sampai selesai”, tutur Isakh.
Dia mengatakan peserta sosialisasi dampak bahaya narkoba adalah siswa-siswi kelas VII dan VIII sebanyak 900 orang, dimana yang mengikuti sosialisasi pada pagi hari berjumlah 440 orang. Sementara siang hari sebanyak 460 orang termasuk guru-guru dan pegawai.
“Kegiatan sosialisasi ini sangat interaktif karena ada sesi tanya jawab dengan pemateri,”terang Koroh.
Selain itu, Isakh Koroh menambahkan, sebanyak 200 orang siswa-siswi SMPN 9 Kupang diminta untuk melibatkan diri juga dalam kegiatan perayaan memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2018 mendatang di rumah jabatan Gubernur NTT.
“Nanti kita lihat kegiatannya seperti apa karena panitia minta 200 orang siswa-siswi, ” jelasnya.
Dituturkan Koroh, pelaksanaan sosialisasi sebagai upaya menghindari siswa-siswi dari dampak bahaya narkoba.
“Siswa-siswi perlu diberikan pengetahuan dan pemahaman agar minimal mengetahui apa itu narkoba dan apa bahayanya terhadap generasi muda”, terang dia.
Isakh Koroh berharap kegiatan sosialisasi dampak narkoba bagi generasi muda ke depannya perlu dilakukan terus menerus sehingga siswa-siswi sedini mungkin dapat mengetahui dan memahami akan dampak dan bahaya narkoba bagi manusia khususnya anak-anak.
“Sosialisasi seperti ini mestinya dimasukan dalam salah satu program pendidikan sehingga tidak hanya sosialisasi tetapi perlu dilakukan juga pemeriksaan dan test terhadap anak-anak, guru-guru dan pegawai,”tambah dia. jh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *