Kritik Bagian dari Membangun

Oleh: Fathur Dopong, S.Pd

Ketua Umum DPD IMM NTT

Manusia tidak terlepas dari namanya dosa, hal ini sudah menjadinya fitrahnya manusia.  Kadang kita memandang kritikan adalah sebuh pelecehan, pencemaran nama baik, merusak nilai kesopan dan lain- lain, kembali pada presfektif kita masing- masing.Realitanya pemimpin di negeri ini baik pemimpin negara, Profinsi, Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa, RW/RT. Atau pemimpin Instansi, PT, Organisasi dan lembaga- lembaga tertentu mereka merasa elergi dengan kata yang namanya KRITIK. bagi saya kritikan itu wajar- wajar saja, sepanjang kritikan itu bersifat konstruktif.

Sejarah bangsa ini suda mencatat 1998 mahasiswa bersatu menumbangkan sebuh rezim yang di anggap penuh dengan kedjoliman. dari sejara inilah sistem demokrasi itu mulai tumbuh dan generasi muda tidak lagi merasa takut ketika bicara sebuah kebenaran,  “_Qul haqqo walaukana muran_ ” katakanlah kebenaran itu walaupun terasa pahit di dengar

Saya ingatkan kepada kita bahwa kawan atau saudara yang baik adalah mereka yang selalu mengingatkan kita ketika kita berada dalam langkah yang salah, sebab mereka tidak mau kita terlena dalam perbuatan dosa atau kita di tangkap KPK karena terlibat dalam Kasus Korupsi. bukan mereka yang mendukung kita disaat kita dalam posisi salah, jika ada mereka semacam ini dalan sekeliling kehidupan mu maka mereka hanya menginginkan 3 hal dari mu.

Pertama: Mereka mencari simpati darimu dengan tujuan agar mengamankan posisi berkelanjutan.

Kedua: Mereka membunuhmu secara perlahan- lahan sebab anda suda menaruh kepercayaan penuh kepadanya sehingga kadang- kadang di luar kesadaran kita sering menceritakan masalah prifasi yang semestinya tidak anda ceritakan.

Ketiaga: Mereka belajar strategi kesuksesan yang anda milih dan kemudian adan di bunuh secara perlahan- lahan. Oleh sebab itu dalam tulisan ini saya ingin menceritakan sebuah kisa. semoga menjadi pelajaran dan inspirasi untuk kita semuah.

Dahulu kala ada sebuah kerajaan yang di pimpin oleh seorang raja yang secara kepribadiannya tegas dan memiliki prinsip yang paripurnah. suatu hari ia mengajak seluruh bawahannya baik prajurit atau pati kerajaan,  melakukan sayangbara, ketika meraka tiba di hutan raja memerintahkan semuanya  berpencar, tibalah dua jam kemudian mereka mengalami cuaca buruk, hujan badai menerpa mereka, semua prajurit mecari tempat perlindungan, saat itu posisi perlindungan raja dan seorang pati berhadapan tidak saling mengetahui keberadaan pada posisi masing- masing.

Singkat cerita…

Pati melihat goyangan pohan di hadapannya lalu pati tidak berpikir panjanh langsung melepaskan tembakan itu ke arah raja sehingga menyebabkan sala satu jari tangan raja terputus atas tembakan itu. Tanpa pikir panjang raja perintahkan semuanya kembali kerajaan dan pati pun di putuskan bersalah oleh raja. pati di kurung dalam penjara selama umur hidup. hari pun berganti, bulan di lewati, tahun pun berlalu. raja kembali perintahkan prajurut dan pati kerajaan melakukan sayangbara, sampainya raja dan semua prajurit di hutan mereka ternaya nasib malang menghampiri terperangkaplah mereka di hutan dan di tangkap penguasa hutan, di bawa ke raja hutan dan di jadikan tumbal, ternyata raja mengalami nasib keberutungan, tidak di jadikan tumbal dan dipulangkan ke kerajaan sebab syarat tumbal adalah tidak cacat badan sementara raja tidak memeliki kesempurnaan tubuh diantara sala satu cari suda tidak ada lagi. Ketika sampainya raja di kerajaan hal pertama yang di lakukan oleh raja adalah, membebaskan pati dari kurangan dan raja berulang- ulang mengucapkan terima kasih pada pati, patipun denga gembira  mengucapakan terima kasih pada raja.

Apa hikamah dibalik kisah ini.?

Pertama Raja di selamatkan dari tumbal karena raja memiliki cacat badan yaitu hilangnya jari tangan atas tembakan pati kala itu, patipun mengalami hikmah yang luar biasa sebab atas tembakan itu keputusan raja mengurung pati kedalam penjara sehingga patipun selamat karena tidak bersama raja melakukan sayangbara jika pati tidak mendapatkan hukuman penjara maka pati di tumbalkan karena tidak memiliki cacat bada.

Dari kisah ini saya hanya mengingatkan kembali pada kita semua bahwa segala dinamika dalam kehidupan  ini sering kita mengalami kegembiraan atas kesuksesan kita tapi kadang juga kita mengalami penyesalan atas perbuatan kita sendiri. ironinya kadang kita menyalahi tuhan atas semua perbuatan kita. untuk itu mari kita sering- sering evaluasi/mengfilterkan diri kita dengan sering bertanya pada orang di sekeliling kita, jangan cepat menyimpulkan sesuai yang kita tidak tahu proses kelajutan seperti apa.

Terakhir saya juga ingatkan bahwa penyesalan itu datang dari akhir buka dari awal, kalaupun dari awal maka saya mau sampaikan itu namanya pendaftaran. maka anda ingin penyesalan itu kau dapat segerah daftarlah dari sekarang sobat.

Kritik itu baik sepanjang kita memaknai sebuah kritikan itu adalah cinta dan kasi orang lain kepada kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *