Menyakitkan dari Kemiskinan adalah Perasaan Rendah Diri dan Terhina

 Laporan : Humas Setda Prov NTT

beritadelapanenam, -NTT, –Gubernur NTT menegaskan kemiskinan bukan sekedar kekurangan pendapatan melainkan yang lebih menyakitkannya adalah efek psikologis yakni perasaan rendah diri dan terhina.

“Kemiskinan telah menjadi sejarah hidup saya dan pak Josef (Wagub, red).  Kami pernah merasakan betapa pahit dan getirnya hidup dalam kemiskinan.  Kami telah berjuang dan bertarung untuk keluar dari kemiskinan. Ketika masyarakat mempercayakan tampuk kepemimpinan ke atas pundak kami, maka tiba saatnya kami menabur tambur perang melawan kemiskinan, ” ungkap Viktor dengan penuh semangat dalam Pidato Perdana pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi NTT,  Senin (10/9).

Gubernur Victor mengatakan dengan visi besar, NTT Bangkit, NTT Sejahtera,  semua elemen masyarakat harus bekerja keras mengatasi kemiskinan yang masih sangat tinggi di NTT karena mengutip data BPS Tahun 2017, ada sekitar 1,1 juta jiwa atau 21,28 persen masyarakat NTT yang masih hidup dalam kemiskinan.

“Sangat jauh di bawah angka kemiskinan nasional yang berada di angka 9,8 persen”, terang dia.

Belum lagi bila berbicara tentang indeks pembangunan manusia (IPM), menurut Victor Laiskodat, NTT hanya mencapai 63,72 persen, berada di urutan ketiga terendah dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan semua pemangku kepentingan untuk bangkit dari tidur panjang akibat kemalasan dan kepasrahan pada nasib. Mari kita mengenakan perpektif baru pengharapan untuk NTT yang lebih baik, ” ajak Viktor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *