Gubernur Viktor Laiskodat Apresiasi Kinerja Bupati Ray Fernandes

beritadelapanenam-Kefa, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi program perluasan lahan tanam jagung yang dilakukan oleh Bupati TTU tanpa menggunakan dana APBD.
“Kehadiran saya hari ini merupakan bentuk apresiasi kepada Bupati TTU. Ini inovasi luar biasa karena sebelumnya ini adalah lahan sawah tadah hujan dan irigasi. Namun karena kurang air maka diubah jadi lahan jagung penggunaan teknologi pertanian sistem tetes,” jelas Viktor Laiskodat.

Menurut dia, program ini tidak hanya bersifat sementara tetapi ke depan harus berkesenambungan.
“Saya akan datang lagi untuk mengecek hasilnya. Kalau gerakan seperti ini menjadi gerakan pangan seluruh Kabupaten/Kota di NTT, maka provinsi NTT akan mencapai kedaulatan pangan. NTT bisa bangkit menuju sejahtera dan saya akan bekerja all out untuk memastikan hal ini, ” terang Laiskodat.

Raymundus Sau Fernandez dalam kesempatannya menyatakan  bahagia dan terima kasih kepada Gubernur NTT yang baru dilantik oleh Presiden RI pada tanggal 5 September 2018 di Istana negara.
“Ini sebuah kunjungan kehormatan yang sangat berarti bagi masyarakat TTU. Sekaligus sebagai motivasi buat kami untuk memanfaatkan dan memaksimalkan semua lahan untuk peningkatan produksi pertanian,”aku Fernandez.

Ide untuk memperluas lahan pertanian, dikatakan awalnya dimotivasi oleh gelitikan Gubernur Viktor saat debat pasangan calon Gubernur beberapa waktu lalu, ujarnya.

“Saat itu pak Gubernur mengatakan bukan lahan tidur melainkan orangnya yang tidur. Setelah saya pulang, saya coba berinisiatif untuk melakukan pemanfatan dan perluasan lahan pertanian pada musim kering.

Ray Fernandes mengaku, kegiatan ini tidak dibiayai oleh APBD Kabupaten tetapi melalui pinjaman traktor dari Dinas Pertanian oleh masyarakat untuk olah tanah.

“Masyarakat hanya siapkan makan untuk operator,”terang dia.

Upaya perluasan lahan pertanian pada musim kering ini dijelaskan dia, merupakan upaya pemanfaatan lahan sawah tadah hujan dengan menanam tanaman holtikultura seperti jagung dan pepaya. Selain itu sebagai upaya mengatasi kekurangan air yang menggunakan teknologi pertanian sistem tetes.

Fernandes menambahkan, pengelolaan lahan oleh masing-masing warga dengan luas beraneka ragam, tergantung kemampuan.

 

“Upaya ini menjadi bagian nyata dalam mendukung program padat karya pangan, (PKP), program unggulan pertanian Kabupaten TTU,l dan program desa mandiri cinta petani, (Sari Tani), periode 2016-2021”, ujar dia.
Dalam kunjungannya, Gubernur Laiskodat direncanakan akan melakukan melakukan penanaman jagung jenis biji dua pada lokasi Oemanu seluasnya lebih kurang 58 hektar dan Desa Bijeli Kabupaten TTU.

Sementara perlu diketahui bahwa pasca dilantiknya oleh Presiden RI Joko Widodo waktu lalu, Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, SH, M, S.i, melakukan kunker perdana dengan mengunjungi Kabupaten Timor Tengah Utara.

Gubernur NTT bersama rombongan bertolak meninggalkan Kota Kupang, tepat pukul 06.30. Dalam perjalanan kurang lebih tiga jam akhirnya tiba di Kota Kabupaten Kefamenanu, dan disambut oleh Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, dalam adat Natoni etnis Timor di Gerbang Desa Nifuboke.

Beriringan dengan rombongan lainnya, orang nomer satu NTT itu selalu menyapa anak-anak sekolah dasar yang berbaris di gerbang dengan melambaikan tangan.

Sejumlah pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT ikut hadir misalnya, pimpinan perangkat daerah Kabupaten TTU, para camat dan kepala desa se-kabupaten TTU, petani, Pers dan undangan lainnya.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *