Terakriditasi B, UPG 45 NTT Siap Wisuda Perdana Dalam Dua Periode

beritadelapanenam-Kota Kupang, -Setelah melalui proses ujian yang panjang dan berliku, hari yang dimimpi-mimpikan dan dinantikan itu juga tiba, baik Ketua yayasan, rektor maupun mahasiswa-mahasiswi, akhirnya  bangga dan terharu. Karena, UPG 45 NTT, telah membuktikan diri  sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berkualifait dan berkualitas dengan lembaga pendidikan lainnya di Nusa Tenggara Timur.

Melalui Sistim Akreditasi Program Study Secara Online, (SIPO), BAN-PT, (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), pada tanggal 16 Juni 2018, UPG 45 NTT didividasi oleh Kemendikti dan mendapatkan akreditasi B untuk empat program study, (Prodi), dan C bagi satu prody.

Pemberian ini pun langsung mendapat respon positiv, oleh UPG 45 NTT  dengan siap melakukan wisuda perdana. Bahkan, sesuai agenda, rencana wisuda perdana akan diadakan menjadi dua periode.

“Total seseluruhan wisudawan kurang lebih 600 orang. Sementara yang terdata 593 orang mahasiswa/i. Hari ini baru penutupan, tetapi masih satu bulan ke depan. Hari ini juga kita masih proses penerimaan sehingga saya targetkan kurang lebih 600 orang yang  tersebar di lima program study. Terdaftar mencapai kurang lebih 1000 an orang. Namun masih dalam proses pendaftaran sehingga penutupan di hari Kamis, setelah itu baru bisa kita patok angka jumlah wisudawan”,  demikian disampaikan Rektor UPG 45 NTT, David R. E. Selan, SE, MM, kepada awak media, diruangannya, Kamis, (30/08).

Menurut Rektor UPG 45 NTT, David R. E. Selan, SE, MM, wisudah perdana ini merupakan nomenklatur baru bagi UPG45 NTT, sebagaimana telah diberikan oleh Kementerian Dikti, ujarnya.

Dilanjutkan Rektor David Selan, pemberian ini merupakan sebuah kepercayaan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur, sehingga apapun yang terjadi harus dilaksanakan. Dan bersyukur kepada Tuhan karena walau baru berumur satu tahun, sejak Tanggal 31 Mei 2017 lalu, melalui kinerja panitia dan sebuah proses yang panjang dan berliku, pada tanggal 16 juni 2018 UPG 45 NTT, dividasi oleh Kementerian Dikti, lalu diberikan akreditasi B untuk empat program study, (prody), antara lain, PJKR, Sejarah, Bahasa Indonesia, agro teknologi dan satu prodynya memperoleh akreditasi c, yakni bimbingan konseling.

“Kami segera mengumumkan untuk melakukan wisuda dua periode, yaitu  pertama pada tanggal 29 September 2018, dan periode ke 2, direncanakan pada bulan Oktober 2018. Mengapa ada lagi periode kedua karena di periode itu khusus bagi mereka yang siap didivisitasi dan di dalam SAPO masih perlu ada AK, (Asismen Kecukupan) dari BAN-PT” terang dia.

David menjelaskan, UPG 45 NTT, adalah nama baru dalam melakukan wisuda perdana. Namun sesungguhnhya sesuai 19 keputusan pengadilan menyatakan syah bahwa UPG 45 NTT adalah milik PGRI. Di mana berdasarkan sejarah  pendirianya Tahun 1995 sampai dengan proses wisuda 2002-2016, sudah terhitung 17 kali wisuda.. Tetapi apabila kembali kepada ijin baru maka ini merupakan wisudah perdana, akunya.

Diakui Selan, proses wisuda perdana UPG 45 NTT kali ini sebagai upaya menjawab harapan masyarakat NTT, dimana ribuan orang anak-anak NTT yang terlunta-lunta dengan nasibnya selama ini namun atas pertolongan Tuhan, anak-anak yang sering menemui dirinya dengan istilah “Gegana”, (Gelisah, Galau dan Merana), akhirnya terjawab.

“Dari Expresi, mereka sangat senang dan gembira, sepertinya merasa terjawab pergumulan mereka selama dua tahun itu. Jadi artinya ujian selama dua tahun itu adalah wisuda yang ditunda selama dua tahun”, sela dia.

Rektor David Selan menuturkan masih terdapat mahasiswa-mahasiswi yang belum mengetahui kabar suka cita ini melalui pemberitaan media online dihimbau agar jangan putus asa dan kecewa pada hari kemarin, berpeganglah pada prinsip jangan pernah menyesali apa yang telah berlalu dan jangan juga takut dengan masa depan, melainkan mempersiapkan diri secara baik. Kembalilah kepada Ibu Pertiwi Kampus tercinta UPG 45 NTT, agar ada perubahan nasib. Sebab, tidak ada kata terlambat karena nasib dan masa depan ditentukan oleh hari ini.

“Kurang lebih  2000, ada diluar. Ada kerja di Jawa, tapi sebagiannya telah kembali. Di Jakarta, kemarin ada kembali 7 orang. Papua ada 2 orang. Di Ambon ada 3 orang. Untuk itu, ditempat yang saya tidak sebutkan dan tempat yang sebutkan termasuk angkatan 2011 ke atas jangan sia-siakan kesempatan ini. Kembalilah pada jalan yang benar karena dulu saudara pernah bermimpi menjadi seorang sarjana. Ujian sarjana saudara. Ujian terhadap kesarjanaan saudara melalui peristiwa yang kita alami bersama”, papar dia.

Diakhir kesempatannya Rektor David menegaskan, ujian yang dialami oleh Ketua yayasan, rektor, dosen-Dosen dan mahasiswa-mahasiswi, telah berlalu, UPG 45 NTT sudah jelas perijinan dan terakreditasi, sehingga tidak boleh ada ketakutan untuk melakukan proses pendidikan. Terkreditasi B telah mendapat pengakuan moril dari masyarakat bahwa UPG 45 NTT merupakan Universitas yang berkualifait dan berkualitas, pungkasnya.

Ony Selan, S.Pd, M. Fis, Pembantu Dekan III FKIP, mengaku; rencana pelaksanaan wisuda perdana UPG 45 NTT, atas desakan dari mahasiswa-masiswi yang menginginkan keabsahan dan legitimasi atas ijasahnya.

“Banyak desakan. Ini jujur saja, memang kami di desak oleh mahasiswa. Ada yang langsung dan diklarifikasi. Mereka menanyakan mengapa menunda-nunda wisuda perdana. Mereka katakan kami butuh sebuah penyelesaian administrasi. Sehingga ada pengakuan legitimidasi atas Ijasah sarjana mereka. Mereka ingin ijasahnya disyahkan oleh negera”, ungkapnya.

Ditambahkan Pembantu Dekan FKIP ini, bahwa diantara mereka, ada yang menginginkan percepat wisuda namun administrasinya belum lengkap, misalnya,  nomer ijasah dan nomer SK Yudisium.

“Ada yang desak untuk secepatnya wisuda tapi mereka tidak berpikir bahwa nanti apakah ijasahnya syah atau tidak. Mereka tidak berpikir”, ungkapnya.

Ony Selan menjelaskan, akreditasi itu sangat dibutuhkan oleh perguruan tinggi mana pun. Karena itu, setelah UPG 45 NTT memperoleh akreditasi B, barulah melakukan persiapan wisuda perdana.

“Setelah sertifikat akreditasi kita terima baru disampaikan kepada calon wisudawan untuk dilaksanakan wisuda”, paparnya. *jh#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *