Kebutuhan Air Bersih Menjadi Kendala SMPN 9 Kupang

beritadelapanenam-Kota Kuang, –Selama ini kendala yang dihadapi SMPN 9 Kupang adalah kebutuhan air bersih. Air PDAM tidak bisa diharapkan karena sering macet. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pihaknya menggunakan jasa air tangki.

“Air PDAM sering macet jadi  selama ini kami gunakan air tangki”, demikian disampaikan Kepala SMPN 9 Kupang kepada wartawan di ruangannya, Kamis, (23/08).

Isakh Koro menegaskan karena keterbatasan MCK, sering guru-guru dan siswa-siswi harus mengantri ketika ingin membuang hajad. Oleh karena itu, pihaknya sementara melakukan pekerjaan pembangunan tiga buah MCK baru.

Tambah bangun baru maka total yang tersedia sudah sebanyak empat buah MCK”, jelasnya.

Ditambahkan pekerjaan tiga buah MCK tersebut bersumber dari sumbangan 347 orang tua wali dengan rincian perorang siswa sebanyak lima puluh ribu rupiah. Namun sampai dengan saat ini dari jumlah tersebut baru 250 orang tua wali yang melunasi. Sedangkan sisanya belum.

“Kalau tidak ada dukungan dan persetejuan dari orang tua wali maka kami tidak berani ambil resiko”,katanya.

Pada kesempatan lain, Isakh Koro mengaku, beberapa waktu lalu tembok sekolahnya dibobol oleh sekelompok oknum pemuda yang disinyalir mabuk miras mengakibatkan tembok sekolah jebol. Sehingga tembok sekolah yang telah mengalami kersuakan menjadi prioritas pembangunan dari orang tua, komite dan pihak sekolah untuk memperbaikinya.

“Harus segera diperbaiki karena terkait keamanan dan ketertiban sekolah”,terang dia.

Isakh menyampaikan, sejak MPN 9 yang dipimpin olehnya tidak  pernah mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusu, (DAK), dari pemerintah.

“Sudah survey berulang-ulang data terus dimasukan namun sampai sekrang tidak ada perhatian”, ungkap dia.

Dijelaskan Koroh, sementara ini SMPN 9 Kupang memiliki 19 rombongan belajar, (rombel), antara lain; kelas 7 dan 8 sebanyak 11 rombel. Kelas 9 sejumlah 8 rombel, pungkasnya.

Mengakhiri wawancaranya, Isakh koroh menyatakan sekolah yang dipimpinnya sudah penerapan kurikulur berbasis Tahun 2013, tutupnya. *JH#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *