Kajari Harus Meminta Maaf Kepada Hendrikus Hilklau

beritadelapanenam-Kota Kupang, –Karena penahanan yang dilakukan terhadap, Hendrius Hilklau, terdakwa penipuan dan penggelapan tidak sesuai prosedur maka Kepala Kejaksaan Negeri, (Kajari) Kota Kupang, diminta harus meminta maaf. 

“Dia harus minta maaf kepada yang bersangkutan, Hendrikus Hilklau. Karena sudah menahan orang tidak sesuai prosedural hukum. Apa yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Kota Kupang harus ada permohonan maaf kepada terdakwa”, ucap Samuel Haning, SH, MH, kepada awak media melalui telepon seluler dengan nomor,  081239XXXXXX, Selasa, (22/8).

Samuel menegaskan apabila sebaliknya pihak Kejaksaan dalam hal ini Kajari tidak meminta maaf maka pihaknya akan menempuh jalur hukum karena ada unsur melawan hukum.

“klien kami sudah terlanjur malu di kalangan keluarga dan masyarakat, bahwa dia telah melakukan penipuan dan penggelapan”, terang dia.

Selanjutnya, ditantang, apakah akan ada penuntutan secara material, dia menjelaskan, bahwa pihaknya akan melakukan hal tersebut sesuai putusan hakim bahwa perlu pengembalian harkat dan martabat terdakwa. Apalagi, kilennya yang berpofesi sebagai developer telah menjalani masa penahanan tanpa prosedur dalam waktu yang terlalu lama tentu mengakibatkan kerugian material dalam bisnisnya, ungkap Samuel Haning .

Haning mengaku, sebelum kasus ini mengalami peningkatan status menjadi P21, pihaknya sudah berulang kali menyurati Kajari agar kasus ini tidak boleh dinaikan status menjadi P21.  Namun niat baik pihaknya itu malah disalahartikan oleh Kajari dengan tindakan melawan hukum.

“Kami sudah mengirim surat berkali-kali kepada Kajari bahwa kasus ini adalah kasus perdata murni maka tidak boleh ditingkatkan menjadi P21, namun Kajari membangkang sehingga akibat pembangkangan inilah sudah terjadi  inprosedur. Di mana Kajari telah melanggar hukum sehingga harus dilakukan permintaan maaf.  Sudah tahan orang sekian lama tanpa bukti dan bersalah”, pungkas dia. */JH#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *