Sesuai Perintah Juknis, Pengelolaan Dana DAK Kewenangan Kepsek

beritadelapanenam-Kota Kupang, –Kepsek SMPN 3 Kota Kupang, Drs Soleman Mone, yang menyarankan agar JK dan P agar bersama-sama mendatangi Dinas Pendidikan Kota Kupang untuk merubah SK dengan nama JK dan P, mendapat bantahan dari Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kota Kupang, bahwa desakan JK dan P, terhadap Kepsek Soleman Mone, untuk merubah SK pengelolaan dana DAK, adalah sangat keliru. Sebab sesuai perintah Juknis dan Juklak pengelolaan dana DAK, merupakan kewenangan Kepala Sekolah dan tidak ada pihak manapun yang bisa mengintervensinya.  

“Arahan Kepsek untuk merubah SK yang ada dengan nama JK dan P, karena Pak Mone Takut. Tetapi sebenarnya pak Mone tahu, bahwa pengelolaan DAK itu merupakan kewenangan Kepala sekolah, tidak ada orang yang bisa intervensi” demikian penjelasan Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kota Kupang, Tuce Saba, saat ditemui, Senin, (13/08) oleh wartawan. 

 Sedangkan dikesempatannya, dia menghimbau agar untuk lebih jelas dan sesuai tupoksi sebaiknya wartawan mewawancarai Kepala Bidang SD dan SMP Dinas Pendidikan Kota Kupang, Roby Ndun.       

Hingga berita ini di publikasikan, Kabid Roby Ndun belum dapat ditemui oleh awak media. Namun dari sumber yang dapat dipercaya mengatakan kalau Kabid Roby Ndun sementara dalam kepengurusan sebuah persoalan.

Sementara, Kepala Bidang SD dan SMP Dinas Pendidikan Kota Kupang, Roby Ndun, yang sempat dihubungi via telepon seluler nomer 081331XXXXXX, Selasa, (14/08), oleh awak media, menjelaskan, kasus dugaan pengancaman pembunuhan terhadap kepsek SMP Negeri 3 Kota Kupang sejauh ini belum dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Kupang sehingga diketahui secara jelas persoalannya. Namun seyogiahnya, pengelolaan DAK, merupakan kewenangan dari Kepala sekolah dengan membentuk panitia kecil dari Komite sekolah dan masyarakat yang berdomisili di sekitar lingkungan sekolah.

“Saya tidak tahu kasus dugaan pengancaman pembunuhan terhadap pak Soleman Mone karena  belum ada laporan ke Dinas. Tapi seyogiahnya, ada pembentukan panitia kecil yang direkrut dari komite sekolah dan masyarakat yang ada di sekitar lingkungan sekolah” terang Kabid Roby. #jh*

   

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *