Antra RI Minta KejatiTindaklanjut Kasus ADD Desa Lakamola Periode 2016-2017

beritadelapanenam,Rote Ndao, –Ketua  Antra-RI, (Amanat penderitaan rakyat Nusantara Republik Indonesia), Yunus Panie, meminta Kejati NTT untuk menindaklanjuti Kasus Korupsi ADD Lakamola periode 2016-2017, yang melibatkan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, berinisial NET.

“Kasus ini pernah dipublikasi oleh pihak Kejati jadi bagaimana tindaklanjutnyanya karena sudah hamper satu tahun tidak terdengar lagi. Jangan sampai kasus ini bagai tulisan di atas pasir yang hilang tersapu oleh gelombang”, ujar Yunus Panie kepada wartawan , Sabtu 4/8 Siang d kediamannya.

Dia menjelaskan, pada beberapa waktu lalu kasus ini pernah di publikasikan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, melalui tim intelejen Kejati NTT, bahwa akan menyerahkan kasus itu ke tangan Tipidsus usai ditemukan adanya tindak pidana dalam pengelolaan ADD.sehingga dipastikan tersangkanya sudah diserahkan ke Tipidsus.

Bahkan Yunus mengaku, dalam kasus ini pula telah ditemukan adanya unsur tindak pidana saat dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket). Namun anehnya sampai saat ini tidak ada kelanjutan infomasi kepada publik yang selalu menanti kelanjutan kasusnya. Namun apapbila kasus ini di diamkan mengendap maka akan sama seperti kasus kasus lainnya yang hingga hri ini masih mengendap di tangan Kejati, ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam kurun waktu tidak terlalu lama  Antra akan menemui Kejati NTT yang baru guna mempertanyakan kelanjutan beberapa kasus termasuk kasus ini, tegas yunus.

Untuk diketahui, sebelumya telah diberitakan bahwa Aspidsus Kejati NTT Gasper Kase,SH mengaku dalam kasus tersebut diduga kuat melibatkan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao berinisial (NET).

Bahkan Gaspar dalam kesempatannya menegaskan dalam waktu dekat tim penyidik Tipidsus Kejati NTT segera menuntaskan kasus dugaan korupsi ADD itu yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao.

Sementaram dalam kasus ini tim intelejen telah memeriksa, Kepala Desa (Kades) Lakamola, bendara desa, sekretaris, TPK, BPMD Kabupaten Rote Ndao. Serta beberapa saksi lainnya.

Dalam kasus ADD ini diduga kuat pekerjaan fisik dikerjakan oleh anggota DPRD Rote Ndao dengan inisial NET. Dimana, NET menggunakan empat CV diantaranya, CV. Putra Lakamola, CV, Embung Pengodoa, CV. Bavandele Kasih dan CV. Graceano dengan pekerjaan fisik meliputi, posyandu, jalan lamparit, embung, pengadaan kawat duri. Khusus untuk pembangunan fisik posyandu hingga saat ini belum selesai dikerjakan sejak tahun 2016 lalu. */jh/al

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *