Semangat Juang Anak Desa yang Meniti Kesuksesan di Bidang Developer

beritadelapanenam.com, –Kehidupan di dunia ini boleh dibilang bagai misteri. Tidak seorang pun yang dapat memastikan masa depan seseorang. Mungkin tidak pernah terlintas dipikiran seorang ayah atau Ibu, ketika melahirkan anaknya dari bayi hingga tumbuh dewasa menjadi apa. Mungkinkah ini yang dikatakan dalam catatan Illahi, bahwa kehadiran seorang anak hanya titipan dari Tuhan?.

Sehingga Tuhanlah yang paling bertanggungjawab akan hidup dan masa depan seseorang?. Yang pastinya, iya. Namun siapakah mereka yang mendapatkkan keberpihakan Tuhan?.

Jawabannya bahwa Tuhan senantiasa adil pada seluruh umatnya. Namun soal siapa yang lahir di tengah keluarga yang berada dan kekurangan, itu suatu realita kehidupan yang tak dapat dielakan.

Begitu pula hal yang sama dengan pemilik nama lengkap, Filmon Loasana.  Lelaki lajang kelahiran, Oemofa, 2 Maret 1985 lalu itu meski pun terlahir di tengah keluarga yang memiliki ekonomi pas-pasan namun bukanlah menjadi hambatan baginya untuk terus berjuang dengan tidak melupakan sebuah catatan suci bahwa, “berdoa dan bekerja”.

Lelaki berperawakan elegan dan santun ini selepas menamatkan pendidikan dari Sekolah Menengah Kejuruan, (SMK) Negeri 5 Kupang, karena teringat pesan ayahnya bahwa “jangan pernah berputus asah” dalam meniti hidup maka tidak pernah memilih dan memilah jenis pekerjaan.

Anak hasil perkawinan, Alexander Loasana dan Maria Loasana-Wero itu, selalu bekerja apa saja untuk membantu meringankan beban kedua orang tuanya. Karena bagi tamatan SMP Negeri 4 Airnona tersebut kebahagian orang tua adalah jalan menuju sorga.

Ketua HIPMI Kabupaten Kupang,  Periode 2016-2019 ini dikenal oleh rekan, teman, kerabat dan keluarganya adalah sosok yang terbuka dan muda bergaul dengan siapa saja. Dia tidak pernah memilih ras, agama dan etnis.

Memiliki tekat yang kuat dan keyakinan yang tinggi, Filmon Loasana, alumni SD Inpres Oemofa Tahun 1999 lalu ini tidak pernah menyerah pada keadaan bagaimana pun, terbukti dia pernah bekerja sebagai staf marketing pada sebuah bank swasta di Kupang.  Pernah juga sebagai Supervisour dan bahkan menjadi manager pada PT. Surya Abadi Tahun 2007-2011, bergerak di bidang kesehatan dengan gaji sebesar, 5 sampai dengan 6 juta rupiah perbulan di Pulau Dewata Bali.

Pemuda desa yang pernah sebagai penggembala ternak sapi di desa asalnya ini bukanlah sosok mudah menyerah menerima kenyataan tanpa mau berusaha untuk mengubah kenyataan hidup. Bagi dirinya menjadi sukses dan berhasil dalam bidang apapun, itu merupakan sebuah pilihan yang bisa diperoleh jika ada keinginan untuk mau mengubahnya menjadi kenyataan.

Sejak ditugaskan kembali ke Nusa Tenggara Timur oleh PT. Surya Abadi, beberapa lama kemudian dia pun memilih berhenti bekerja dan mau mencoba pekerjaan lainnya. Sehingga tidak mengherankan apabila dia pun tidak sunkan-sunkan mencoba pekerjaan serabutan.

Di tengah gonjang-ganjing dan getir kehidupan yang dijalani, Sekretaris Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukinan Seluruh Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, (APERSI-Prov NTT),  itu akhirnya menemukan jalan untuk memulai kemandirian.

Mungkin harus dikatakan bahwa sudah waktunya Tuhan karena Dialah yang bertanggung jawab atas hidup matinya kita, bermodalkan kenekatan dan konsistensi serta doa dari orang-orang yang dicintai, akhirnya waktu Tuhan itu pun disambut dengan memulai usaha di bidang pengembang perumahan dan pemukiman, (Developer).

Bahkan atas kepiawiannya bersama dengan sang ketua wadah Developer, (APERSI), sampai dengan saat ini sudah sebanyak 20 Developer yang tergabung dalam APERSI yang keanggotaannya menyebar di seluruh Kabupaten/Kota Se-Provinsi NTT.

Menata dan mengelolah usaha bisnis property di bidang perumahan dan pemukiman tidak segampang membalikan telapak tangan. Bagi lelaki yang sementara mengenyam pendidikan di STIE Oematonis Kupang ini, pekerjaan apa pun pasti ada resiko namun apabila dijalani dengan selalu bersyukur dan suka cita dan selalu mengandalkan Tuhan pasti ada solusinya.

Direktur PT. Flosinda ini juga mengaku sudah bergerak di bidang Developer selama tiga tahun sejak mendirikan perusahaannya pada Tahun 2015 silam. Dan apa yang saat ini terjadi sekarang dalam hidupnya adalah semata-mata kemurahan dan berkat Tuhan sehingga tak ada yang perlu disombongkan baik kepada sesama maupun yang paling terutama Tuhan.

Perlu diketahui, Filmon Loasana bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam APERSI, telah hadir dan menjawab kebutuhan MBR bagi msyarakat NTT yang berpenghasilan rendah. ***OB/JH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *