BPN Kota Kupang Berhati-hati dan Selektif Dalam Penerbitan Sertifikat Tanah

beritadelapanenam, –Badan Pertanahan Nasional Kota Kupang sangat hati-hati dan selektif dalam penerbitan sertifikat milik masyarakat.

“Kami hati-hati terima pengajuan berkas untuk terbitkan sertifikat karena takutnya ada doble sertifikat. Ada banyak kejadian, bahwa yang bersangkutan beli tapi karena sibuk dan tidak lihat lokasi, ada yang tempati dan terbitkan sertifikat”, demikian diterangkan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Kupang, Tom More kepada awak media, Kamis, (02/08), di ruangannnya.

Menurut dia, mencuatnya persoalan tanah akibat pendobelan penerbitan sertifikat karena dahulu belum ada sistim pengajuan berkas secara online. Namun kini setelah ada sistim online, (geo KKP), apabila ada pengajuan berkas di lokasi yang sama oleh pemilik yang berbeda akan terbaca pada sistim.

“Dahulu karena tidak terkoneksi sistim secara online maka sekarang kita menekan kembali agar semua tanah yang sudah ada sertifikat terkoneksi Geo KKP. Dengan begitu kalau ada yang ajukan lagi maka akan terbaca di sistim online. Sehingga kita seleksi betul-betul, kalau data lengkap cepat diproses “terang More.

Tom More menambahkan, Tahun 2018, BPN Kota Kupang menargetkan penerbitan 2000 buah sertifikat dan sampai dengan saat ini baru sebanyak 165. 000 buah sertifikat yang diterbitkan. Sisanya akan diselesaikan pada bulan Agustus 2018 mendatang, akunya.

“Target 2018, Sebanyak 2000 Buah Sertifikat. Yang Sudah Terbit 165. 000. Sisanya Paling Lambat Bulan Agustus 2018. Sebenarnya Sudah Lama Diselesaikan Tapi Karena Sisitim Online Maka  Melalui Seleksi “, Aku Dia.

Dia meminta kepada masyarakat agar dalam mengajukan data harus jujur.

“Masyarakat harus jujur sampaikan data ke pertanahan. Kalau dia bilang dia punya milik, ya dia punya milik. Kalau bukan dia punya ya bukan. Kejujuran itu sangat penting”, pintah More.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *