Sosialisasi Undang-Undang ITE dan Teroris, Jacki Uli Anggota DPR-RI Disambut Warga Oebobo

beritadelapanenam,-Kota Kupang,–Kunjungan Jacky Ully, anggota Komisi I DPR RI dalam masa reses sekaligus mensosialisasi Undang-Undang ITE dan Teroris di Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo, , Sabtu (28/07), disambut  oleh warga setempat.

Acara sosialisasi yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat itu dimulai sekitar pukul 4.10 wita, dipandu langsung oleh Lurah Fatululi, Ricardo Z. Therik.

Kehadiran sang Jenderal ini selain dikenakan selempang tradisional dan topi ti.i langga etnis Rote juga diarahkan menuju tenda acara oleh sekelompok penari remaja.

Ricardo Z. Therik, Lurah Fatululi dalam kesempatanya mengaku   bahagia sekali dengan kedatangan Bapak Jacky Ully, selaku anggota DPR-MPR-RI ke wilayahnya untuk bersilahturrahmi dan melaksanakan tugas penyerapan aspirasi di tengah-tengah masyatakatnya, ungkapnya.

Bahkan ditegaskan oleh Lurah Fatululi ini bahwa kunjungan seorang anggota DPR-RI seperti Bapak Jacki Ulli ke wilayah Kelurahan Fatululi adalah pertama kali yang belum pernah dilakukan oleh siapapun, tambah dia.

Selain itu, Therik juga sempat menguraikan tentang wilayah dan kondisi ekonomi  masyarakat Kelurahan Fatululi kepada anggota DPR-RI, Jacki Ulli.

Jacky Ully menjelaskan kunjungan ke masyarakat sebagai wujud tanggung jawab seorang wakil rakyat yang mengemban amanat rakyat melalui Pileg di Tahun 2014 lalu. Oleh karena itu sebagai Wakil dari rakyat berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasi rakyat sesuai perintah undang-undang pengawasan dan penganggaran.

“Sebagai wakil rakyat, saya wajib untuk perjuang aspirasi rakyat sesuai undang-undang pengawasan dan penganggaran,”terangnya.

Dia menuturkan pula dalam aspek pengawasan, masyarakat tidak berdiam diri melainkan bersama-sama untuk melakukan pengawasan, urainya.

 

Jacki menerangkan,yang dimaksud kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk merawat kebhinekaan karena kekayaan bangsa yang Tuhan anugerahkan kepada negari tercinta Indonesia adalah perbedaan.

Dalam penjelasannya terhadap Undang – Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), dihimbau agar

berhati-hati dalam menggunakan informasi transaksi elektronik di media sosail karena ada ancaman pidana UU ITE sehingga masyarakat perlu memahami mana yang boleh dan tidak,” ucap Jacky.

Dieteruskan Jacky, perubahan UU ITE yang baru ini dapat mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan ke depan sehingga bagi pengguna media sosial perlu diingatkan UU ITE, pasal 27, tentang pencemaran nama baik seseorang agar setiap pemberitaan yang masukharus memiliki sumber yang jelas dan bisa di pertanggungjawabkan,” pinta Ulli. *jh#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *