Peternak Sapi Harus Tingkatkan Jumlah Populasi

beritadelapanenam.com-NTT, –Peternak sapi harus meningkatkan jumlah populasi sapi di setiap daerah dan para peternak tidak boleh menjual sapi betina produktif dan sapi jantan unggul.

Dikatakan Gubernur NTT, Frans Lenu Raya, di hari puncak kontes sapi  yang berlangsung di pantai Oetune, Desa Tuafanu  Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan, Rabu (9/5/2018).

Kontes ternak sapi  sudah menjadi agenda tetap dari pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan Provinsi NTT yang dilakukan setiap tahun.

Frans Lebu Raya dalam sambutan, mengatakan  para inseminator mandiri harus membantu UPSUS SIWAB.
“Jangan jual sapi betina produktif namum terus mendorong koperasi ternak dan juga menjadikan NTT sebagai Provinsi ternak,” kata Frans Lebu Raya.

Disampaikan itu juga, harus ada terobosan untuk meningkatkan peternakan di NTT. Sebagaimana diketahui bahwa ternak sapi di dominasi di NTT dengan jumlah satu juta lebih ekor sapi.

”Ternak adalah harga diri dari warga NTT karena ternak merupakan bagian dari rakyat NTT. Sesuai data ada 548 ekor sapi kini meninggkat mencapai 1.027 ribu ekor, ”jelas Gubernur.

Kontes ternak sapi ini merupakan suatu motivasi untuk meningkatkan peternak menjadikan ternaknya lebih baik, lebih gemuk, dan menghasilkan berat badan 320 kg baru boleh di kirim ke luar, tandas dia.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Ir. Dani Suhadi dalam kesempatannya yang dibacakan oleh Ketua panitia, Ir. Tay Renggi, menjelaskan, tujuan Pelaksanaan Kontes Ternak adalah, memotivasi peternak untuk memproduksi ternak bibit dan ternak potong yang berkualitas memberikan apresiasi penghargaan kepada para peternak yang berprestasi untuk menghasilkan bibit ternak yang unggul dan produktif serta ternak potong berkualitas.

Kontes ini  sebagai tempat untuk ajang silahturahmi dan tukar pendapat menambah wawasan bagi peternak, petugas dan stakeholders peternakan yang hadir.
Kontes sapi ajang motivasi bagi para peternak dan sebagai bahan evaluasi bagi para petugas dan penentu kebijakan terhadap perkembangan peternakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dan melakukan promosi bibit ternak serta ternak potong yang berkualitas serta
Menarik perhatian masyarakat peternak dan para pengusaha untuk turut aktif mengembangkan peternakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dani Suhadi lebih lanjut menyampaikan,  kontes ternak sapi yang berlangsung ada beberapa kategori yang di lombakan adalah, sapi Bali jantan bibit, sapi bali betina bibit, sapi bali betina induk, sapi bali jantan penggemukan, sapi bali jantan cros pengemukan atau silang sapi bali, sapi ongole jantan bibit, sapi ongole betina bibit, sapi ongole betina induk, sapi ongole jantan penggemukan dan sapi jantan kelas super.
”Salah satu tekad pemerintah Provinsi NTT adalah menjadikan Provinsi NTT menjadi Provinsi ternak oleh sebab itu Dinas peternakan Provinsi NTT mengupayakan peningkatan populasi ternak dan menargetkan ternak sapi mencapai populasi satu juta ekor pada akhir tahun 2018. ” jelas Dani suhadi.

Peserta kontes ternak berasal dari seluruh Kabupaten Kota dan pada kontes ternak sapi tersebut di hadiri oleh Gubernur NTT, Frans Leburaya, Ketua DPRD Sikka, Bupati Sumba Barat, Danrem 161/WS Kupang, Bupati TTS, OJK, Wakil Walikota Kupang  dan unsur Forkopimda Provinsi NTT serta Pemda Kabupaten TTS, dan Lembaga BUMN.

Sementara, Bupati TTS, Paul Mela juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi dimana telah memilih dan melaksanakan kontes ternak sapi di Kabupaten TTS yakni di Pantai wisata Oetune.

Paul Mela mengatakan bahwa kontes yang diselenggarakan mendorong petani ternak meningkatkan kualitas dan bobot sapi agar menjadi gemuk sehingga menjadi komoditi unggulan dari TTS. Dikatakan pula, TTS merupakan kantung produksi sapi dan petani peternakan lebih banyak berada di TTS.
”Tenaga peternakan seperti dokter hewan sangat di butuhkan dan perlu di siapkan, oleh sebab itu, harapan kami silahturahmi antara para peternak dan Dinas peternakan senantiasa di lakukan karena sebagaimana diketahui sub sektor peternakan menjadi leading sector. ”pungkas Paul Mela.

Lomba kontes sapi digelar selama tiga hari sejak tanggal 5 -7 Mei. Diharapkan kontes ini  sebagai ajang memotivasi peternak untuk memproduksi ternak bibit unggul yang berkualitas, menyediakan stok bibit pengganti bagi induk yang tidak produktif secara swadaya untuk peningkatan daya saing dan produktifitas.

Pemenang lomba Kontes ternak sapi tahun ini berasal dari Kabupaten Kupang dengan bobot 643 kg. Peserta kontes yang menang pada kesempatan tersebut diberikan sertifikat, penghargaan, piala dan uang sesuai jenis lomba sapi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *