Anak-Anak Lulusan SMA Kesulitan Dapatkan KTP-e di Dikcapil Kota Kupang

beritadelapanenam-Kota Kupang, –Anak-anak lulusan Sekolah Menengah Umum, (SMU/SMA), di Kota Kupang sangat kesulitan mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik, (e-KTP), pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, (Dikcapil), Kota Kupang. Pada hal KTP-e tersebut sangat dibutuhkan karena termasuk dalam salah satu syarat untuk mengikuti berbagai testing, seperti, TNI-Polri, ikatan dinas dan lainnya.

Alasan Dikcapil selalu abtrack bahwa belum selesainya proses KTP-e disebabkan adanya gangguan sistim komputerisasi dan sebagainya yang sulit diterima oleh akal sehat. Sehingga tidak mengherankan ada masyarakat yang sudah dua tahun mengurus KTP-enya tapi sampai dengan saat ini juga belum diproses.

Pantauan awak media, ada orang tua anak yang  mengamuk di ruang pengecekan KTP-e Kantor Dikcapil Kota Kupang, Senin, (15/05).

“Ibu kenapa KTP-e anak saya belum diproses ibu. Ini sudah satu tahun. Dari Bulan November tahun lalu. Setiap kami ibu mereka selalu alasan belum cetak sampai bulan itu. Nah… ini apakah lima tahun lagi ko Ibu. Ibu sebenarnya dinas buat skala prioritas atau semacam kebijakan sehingga bagi anak-anak yang tamat SMA ini, KTP-e mereka diurus lebih dahulu karena mereka mau testing dan sebagainya. Kepala dinas dan ibu kan punya anak juga kan?. Ternyata Ibu dan Kadis tidak punya perasaan dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak di kota kupang.” demikian pernyataan salah seorang orang tua anak-anak SMA yang mengantri di ruang pengecekan KTP-e yang tidak diketahui identitasnya.

Tidak hanya itu ada juga orang tua anak yang menunjukan tanda bukti dan pengambilan KTP-e, tertanggal 3 Maret 2015, yang belum selesai diproses. Menurut orang tua ini bahwa dirinya setiap bulan selalu datang mengecek KTP-e anaknya namun sampai dengan saat ini belum mendapatkan KTP-e tersebut. Alasan dari Dikcapil selalu abtrak, bahwa sistim komputerisasi. Pada hal, ada masyarakat yang di atas Tahun 2015, seperti 2016, 2017, 2018 ada yang sudah mendapatkan KTP-e. Sehingga menurut orang tua anak ini kemungkinan untuk mendapatkan sebuah KTP-e harus memiliki orang dalam alias koneksi.

Kepala Dinas Dikcapil Kota Kupang, yang hendak dikonfirmasi oleh awak media, Senin, (15/05), tidak berada di tempat. Namun melalui sekretarisnya yang juga terlihat awak media memegang sejumlah KTP- e dan beberapa dokumen kepengurusan KTP-e, mengaku bahwa sang Kadis sedang berada di luar daerah.JH****    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *