Bupati Haning Harus Kembalikan Pelayanan Birokrasi Pemerintahan Kecamatan Rote Barat Daya Ke Batutua

beritadelapanenam.com-Rote Ndao, -Pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao tidak memiliki alasan untuk mempertahankan pelayanan birokrasi pemerintahan di Dusun Oeno Desa Oehandi. Seluruh layanan birokrasi pemerintahan Kecamatan Rote Barat Daya harus dikembalikan ke Dusun Batutua II Desa Batutua. Karena selain fisik kantor yang masih dalam keadaan baik, 7. 428. 617. 037 milyard rupiah uang rakyat yang diambil oleh Bupati Haning dari APBD Tahun 2016 dan 2017, untuk pengadaan tanah miliknya dan pembangunan tiga buah gedung baru, berupa Kantor Camat Rote Barat Daya, Puskesmas Batutua dan sebuah gedung aula, telah disetor kembali kas daerah.  Sehingga status tanah dan tiga buah bangunan tersebut bukan milik pemda melainkan milik peribadi Bupati Rote Ndao, Drs Leonard Haning, MM.

“Pemda Rote Ndao tidak miliki alasan lakukan layanan birokrasi di kantor Camat yang dibangun baru itu. Soalnya uang sejumlah  7. 428. 617. 037 milyard rupiah yang diambil dari APBD Rote Ndao Tahun Anggaran 2016 dan 2017 tanpa dewan setujui sudah disetor kembali oleh Bupati Rote Ndao. Sehingga ketika dilakukan penyetoran kembali maka status kepemilikan tanah dan tiga buah bangunan tersebut bukan milik pemda. Itu milik Bupati Lens Haning. Pemda harus ambil sikap. Jangan sampai dikemudian hari dikomplein oleh Lens Haning,”ucap Johanes Petrus Pelle, S.Pd kepada awak media, Selasa, (09/05), via telepon seluler.

Petrus Pelle menjelaskan, sejauh ini DPRD berdiam diri bukan karena tidak tahu melainkan secara politis DPRD tidak mau tahu layanan pemerintahan birokrasi Kecamatan Rote Barat Daya yang selama ini diadakan di Dusun Oeno Desa Oehandi. Sebab diakui Pelle, DPRD tidak pernah menganggarkan anngaran dalam APBD untuk pembangunan Kantor Camat baru di Dusun Oeno Desa Oehandi Kecamatan Rote Barat Daya.

“Kami diam itu bukan tidak tahu. Tapi kami tidak mau tahu layanan pemerintahan birokrasi Kecamatan Rote Barat Daya diadakan di Dusun Oeno Desa Oehandi. Kami tahu saja pelayanan birokrasi Kecamatan Rote Barat Daya tetap diadakan di Desa Batutua karena DPRD tidak pernah menganggarkan anggaran dalam APBD untuk pembangunan Kantor Camat baru di Dusun Oeno Desa Oehandi, terang dia.

Yunus Feoh, salah satu tokoh masyarakat Rote Ndao kepada beritadelapanenam.com, menambahkan masyarakat Ti tengah dan timur, jangan terpengaruh oleh isu murahan yang dihembuskan oleh paket calon Bupati dan Wakil bupati tertentu, bahwa akan dilakukan pemekaran kecamatan baru, karena untuk melakukan pemekaran sebuah kecamatan baru tidak segampang membalikan telapak tangan.

“Saya melihat ini hanya pengalihan isu soal pindahnya kantor camat dari Desa Batutua ke Desa Oehandi agar masyarakat Ti tengah dan timur yang telah kecewa perpindahan Kantor Camat dari Batutua ke Desa Oehandi dapat terobati. Ini isu murahan. Karena untuk mekar sebuah kecamatan itu butuh waktu yang lama dan tidak seperti balik telapak tangan,”terang Yunus.

Dijelaskan Yunus, apabila pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Lens Haning berkeinginan melakukan pemekaran kecamatan baru, maka bisa saja menggabungkan Desa Meoain, Lentera, Lalukoen, Oetefu, Oebou dan Oeseli dalam satu wilayah kecamatan. Tetapi mengapa harus melakukan pembangunan gedung baru di Desa Oehandi untuk Kecamatan Rote Barat Daya. Harusnya Bupati Haning tidak perlu lagi membangun kantor camat baru di Desa Oehandi. Melainkan memperjuangkan agar desa-desa tersebut menjadi sebuah wilayah kecamatan baru. itu baru dinamakan pemekaran kecamatan baru. Karena membangun fisik kantor Kecamatan Rote Barat Daya di Dusun Oeno Desa Oehandi dengan ibukotanya masih berkedudukan di Batutua, maka itu bukan namanya pemekaran baru melainkan perpindahan Kantor Camat ke Dusun Oeno Desa Oehandi. Maka isu pemekaran kecamatan baru yang berpeluang adalah Ti Timur dan tidak mungkin ibukotanya di Batutua lagi karena Kecamatan Rote Barat Daya yang kantornya dibangun di Dusun Oeno Desa Oehandi tetapi ibukotanya masih Desa Batutua, terang Feo.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *