Bekerja Tanpa Dana APBD, Festival Bose, Se’i dan Lua’t Pecahkan Rekor Dunia

beritadelapanenam.com-Kota Kupang, -Adalah sesuatu yang memukau dan luar biasa mampu dibuktikan oleh Panitia Festival Bose, Se’i dan Lua’t Kota Kupang. Dari hasil kretavitas dan kerja keras panitia tanpa dukungan dana APBD namun festival dengan mengangkat makanan khas NTT ini dapat memecahkan rekor dunia.
Walikota Kupang, DR. Jefri Rwiu Kore sangat mengapresiasi Panitia Festival Bose, Se’i dan Lua’t Kota Kupang yang menyelenggarakan festival ini tanpa dukungan dana dari APBD.
“Saya apresiasi kerja keras panitia FBSL yang kerja tanpa dana untuk kegiatan ini. Terselenggara atas hasil kerjakeras dan kreativitas panitia”, kata Jefri dalam membuka Festival bose, Se’i dan lu’at Sabtu (21/4/2018) di arena car free day (CFD) jalan El Tari Kupang.
Jefri menghimbau makanan khas NTT seperti ini harus dilestarikan oleh semua pihak agar pemerintah Kota Kupang dapat mengangkat kuliner Bose, Se’i dan Lu’at menjadi sebuah ivent yang dilakukan dalam setiap tahun di Kota Kupang.
“Kita akan jadikan bose, se’i dan luat sebagai sebuah ivent yang dilakukan dalam setiap tahun di Kota Kupang sehingga para pengunjung yang datang dari luar daerah akan mencari yang namanya bose, se’i dan lu’at”, terang dia.
Ditambahkan Riwu Kore, kegiatan festival bose, se’i dan lu’at merupakan langkah awal bagi Kota Kupang untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Oleh karena itu, Walikota ini mengajak masyarakat Kota Kupang untuk terus memberikan dukungannya.
“Saya ajak kita semua untuk terus mendukung festival ini”, cetusnya.
Jefri menyatakan dalam kegiatan ini bukan hanya makanan yang diperhatikan oleh panitia pelaksana melainkan faktor kebersihan dan kesehatan juga harus diutamakan.
“Jangan sampai habis makan kita mencret semua”, katanya.
Untuk diketahui bahwa pelaksanaan Festival bose se’i dan lu’at ini mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia–LePriD karena dinilai telah memecahkan memecahkan Rekor Leprid (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) sebanyak 10.000 porsi hidangan Jagung Bose, Se’i Fuga, dan Sambal Lu’at.
Sementara Festival Bose, Se’I dan Lu’at ini dihadiri oleh 30 ribu orang melampui target yang hanya 20 ribu orang.
Ketua Panitia kegiatan Klementina Sungkono dalam kesempatannya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Kupang atas kekurangan kupon yang disediakan sehingga terjadi kekurangan.
“Pasti banyak orang tidak dapat kupon karena panitia hanya menyiapkan 18. 650 buah kupon saja”, pintahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *