Musyawarah Daerah II F PRB Provinsi NTT Kembali Digelar

beritadelapanenam.com-NTT, Guna mengantisipasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu provinsi rawan bencana,  BPNP Se-Kabupaten/Kota di NTT kembali menggelar Musyawarah Daerah II Forum Pengurangan Resiko Bencana Provinsi NTT bertempat di Hotel Amaris, Kamis (19/04/).

Kegiatan forum ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap berbagai peristiwa bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran, gelombang pasang, gempa dan ancaman kekeringan serta ancaman letusan gunung api maupun ancaman bencana social, misalnya konflik dan kerusuhan sosial yang datang silih berganti.

Lain dari itu, fakta juga menunjukkan bahwa Provinsi NTT merupakan salah satu provinsi yang rawan akan bencana bencana. Kondisi ini disebabkan adanya karakteristik geologi, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial budaya, politik, ekonomi dan teknologi  yang berimplikasi dapat mengurangi kemampuan mencegah dan meredam dampak buruk bahaya atau ancaman bencana.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, menyatakan hal tersebut dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Bidang politik dan Pemerintahan, Mikhael Fernandes.

Dijelaskan Gubernur Frans, wujud kongkrit dari upaya pembangunan kesiapsiagaan masyarakat dalam rangka pengurangan resiko bencana adalah, melalui penguatan kelembagaan. Forum pengurangan risiko bencana baik di Kabupaten/Kota dan Provinsi NTT sebagaimana yang dilaksanakan kali ini di Kota Kupang yang merupakan ” care dan share ” regulasi dalam penguatan kapasitas pelaku – pelaku pengurangan resiko bencana ditingkat lokal menjadi kunci sukses sekaligus kebutuhan mendesak untuk menciptakan ketangguhan dalam menghadapi bencana.

Frans Lebu Raya, keberadaan Forum PRB menjadi penting dan strategi karena melibatkan unsur Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat, dengan harapan mampu menjadi titian penghubung dalam mengoptimalisasi peran dan keterlibatan semua unsur penanggulangan bencana di daerah ini, ujarnya.

Selanjutnya Gubernur Frans berharap, program dan kegiatan yang dilaksanakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, pemangku kepentingan, stakeholder, dan masyarakat benar – benar dapat memberikan hasil maksimal bagi peningkatan ketahanan masyarakat pada daerah yang rawan bencana.

Masih menurut Lebu Raya, pembentukan Forum PRB sejatinya mempunyai tujuan dan sasaran yang bermuara pada menjaga, merawat investasi Pemerintah dari ancaman bencana. Untuk itu kepada peserta harus secara sungguh–sungguh mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dalam upaya pengurangan risiko bencana di daerah ini.

Plt Ketua Forum pengurangan risiko bencana( PRB) Provinsi NTT, Torry Kuswardono menegas, forum ini terbentuk untuk membangun sinergi diantara tiga pihak yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dibangun kolaborasi yang sehat dan saling mendukung dan juga sebagai arena persahabatan antara masyarakat, pemerintah dan swasta. Selain itu harus ada juga kepedulian dari semua pihak agar forum yang berthemakan, “bencana adalah urusan semua orang,” itu tidak berdampak pada pngorbanan jiwa dan harta benda.

”Bencana urusan semua orang“, harus ada kepedulian semua pihak untuk bertindak mengurangi resiko, sehingga tidak terjadi korban jiwa dan harta benda,”.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *