Musyawarah Daerah FPRB-NTT Bahas Pengurangan Resiko Bencana di NTT

beritadelapanenam.com-NTT, -Musyawarah Daerah FPRB-NTT membahas pengurangan resiko bencana di Nusa Tenggara Timur, seperti geologi, ancaman perubahan iklim, dan juga pembelajaran mengenai pengurangan resiko bencana berbasis komunitas serta pembelajaran kolaborasi multipihak dalam PRB.

Narasumber pun akan  mengisi sesi pembelajaran pada hari pertama, antara lain Persatuan Tuna Daksa Kristiani (PERSANI) bersama dengan Arbeiter Samariter Bund (ASB) dan Humanity & Inclusion (HI), ChildFund Indonesia, Perkumpulan Masyarakat Peduli Bencana (PMPB), Dr. Rani Hendrikus, Dr Michael Riwu Kaho  dan Forum PRB Kabupaten Lembata.

Musyawarah Daerah FPRB itu dihadiri oleh Bapak Firzha Ghozalba, Kasubdit Peran Lembaga Usaha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia.

Pembahas pembelajaran selain mengenai inklusi dan kolaborasi dalam pengurangan risiko bencana, Musda II FPRB NTT kali ini akan membahas penguatan organisasi dan pemilihan struktur baru pengelola FPRB-NTT.

Sementara mengenai ke-organisasian FPRB NTT dilaksanakan pada hari Jumat Tanggal 20 April 2018, yang akan diikuti dengan pembahasan dan pembentukan struktur baru, FPRB-NTT.

Ke depan FPRB ini diharapkan dapat melakukan kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat sipil dan swasta dalam pengurangan resiko bencana.

Selain itu, dalam pembentukan struktur baru, FPRB NTT diharapkan dapat menjawab secara konkrit setiap persoalan bencana melalui moto dari pengurangan risiko bencana, bahwa bencana adalah urusan semua orang.

Musda Forum lebih menekankan pada pentingnya kesiapan dan ke siagaan terhadap bencana, sebagai bagian dari PRB.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *