Discapil Tidak Punya Kewenangan Merubah Data

beritadelapanenam.com-Kota Kupang, Persoalan E-KTP bukan persoalan Discapil Kota Kupang tetapi persoalan nasional. Karena sistem pencetakan e-KTP kita online, bukan lagi offline seperti dulu.

“Siapa pun yang datang ajukan permohonan kemudian diketik, lalu cetak. Tidak lagi seperti itu, sekarang semua online. Jadi data hasil perekaman yang ada di Kecamatan itu, itu bukan masuk ke Dispenduk Kota Kupang melainkan langsung masuk ke Kementerian Dalam Negeri, demikian dijelaskan David Mengi, Kepala Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan, (Discapil), Kota Kupang kepada awak media, Senin, (09/04) di runagannya.

Dia menambahkan, setelah data dimasukan oleh pemohonan, selanjuntya data itu akan melalui tiga tahapan, yaitu verifikasi, validasi dan panunggalan di Kementerian. Setelah selesai barulah dikembalikan ke daerah untuk dicetak dokumen kependudukan berdasarkan permohonan dari masyarakat. Bahkan tugas discapil di Indonesia sama seperti tugas dan kewenangan kejaksaan yang hanya menunggu keputusan terakhir dan mengikat.

“Jadi Discapil Kabupaten/Kota diibaratkan tugasnya seperti Jaksa. Putusan MA mempunyai kekuatan hukum yang tetap, dan ingkrah baru dieksekusi. Walaupun kita tahu di Pengadilan Negeri, Si A sudah kalah. Pengadilan Tinggi sudah kalah. Mahkamah Agung, (MA), dia kalah atau tidak. Kalau pun di MA, dia kalah juga, masih ada upaya banding terakhir, upaya hukum terakhir yaitu kasasi. Ketika di kasasi dia kalah, barulah turun Putusan Kasasi, tugas Kejaksaan yaitu melaksanakan eksekusi begitu pun discapil Kabupaten/Kota di Indonesia,” jelas David.

Mengi melanjutkan, tugas dan kewenangan dari Discapil hanya mencetak. Tidak melakukan perubahan data.

 

“Jadi tugas kita itu hanya melaksanakan pencetakan. Kita tidak punya kewenangan untuk merubah A merubah B merubah C merubah D dan lain-lain. Tidak. Jadi tugas kita hanya melakukan perekaman,”terang dia. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *