Hak Suara Wanita Memiliki Kesejajaran dengan Laki-Laki

beritadelapanenam.com-Humas Setda NTT, -Hak suara wanita memiliki kesejajaran dengan laki-laki dalam hal mengambil dan menentukan keputusan, begitupula apabila wanita terlibat dalam pemilihan umum untuk memilih salah satu partai politik yang menjadi pilihannya, apalagi duduk sebagai pengurus dari salah satu partai. Oleh karena itu, melalui wadah kerjasama organisasi wanita ini, diharapkan kaum wanita dari berbagai organisasi sebagai mitra pemerintah dapat bekerjasama dengan memberikan kontribusi maksimal guna meningkatkan kualitas SDM perempuan. Sehingga kaum perempuan akan lebih mandiri serta mampu meningkatkan harkat dan martabatnya dalam berbagai aspek kehidupan, demikian kata Frans Lebu Raya Gubernur Nusa Tenggara Timur, dalam acara Talk  Show yang diselenggarakan oleh Badan Kejasama organisasi wanita Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Hotel Ina Bo’I, Selasa, (06/03).

Dalam sambutannya, Gubernur Frans Lebu Raya mengungkapkan, tuntutan persamaan hak wanita dalam berbagai bidang kehidupan saat ini sudah merupakan agenda di zaman sekarang. Prestasi dan keterampilan yang ditunjukkan oleh kaum wanita sudah memunculkan anggapan bahwa antara wanita dan laki-laki tidak banyak terdapat perbedaan. Prestasi dan keterampilannya tersebut dapat dilihat dari kepemimpinan dan peranan wanita dalam kehidupan politik di Negara kita ini. Kekuatan berupa ketegaran, ketegasan dan ketepatan dalam mengambil keputusan merupakan cirri yang dimiliki wanita sekaligus menjadi syarat bagi kepemimpinannya .Beban dan tangungjawab seorang wanita pemimpin lebih besar dari tanggungjawab laki-laki, dimana wanita berperan ganda yang juga memiliki tanggungjawab baik sebagai ibu dalam rumah tangga maupun tanggungjawab kewanitaan lainnya, ucap dia.

Selanjutnya Lebu Raya menyatakan, kaum perempuan sendiri harus terus bekerja keras dan bekerjasama untuk menjamin agar suara mereka didengar dan prespektif mereka dibeberkan di tempat pengambilan keputusan. Perempuan harus terus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan baru termasuk tugas mengambil keputusan di tangan sendiri. Untuk itu, Gubernur dua periode ini berharap melalui acara Talk Show ini semua pihak sehati sesuara untuk mencari jalan keluar yang baik bagi persamaan hak antara perempuan dan laki-laki dalam segala hal, terutama dalam kepemimpinan dan perananannya dalam kehidupan politik secara  terus menerus atau dalam artian bahwa partisipasi wanita dapat diperhitungkan, pintah dia.

Dia menambahkan, wanita Indonesia memiliki peranan dalam pembangunan di bidang politik, baik terlibat dalam kepartaian, legislatif, maupun dalam pemerintahan. Partisipasi dalam bidang politik ini tidaklah semata-mata hanya sekedar pelengkap saja melainkan harus berperan aktif dalam pengambilan keputusan politik yang menyangkut kepentingan kesinambungan negara dan bangsa. Kesejajaran antara wanita denga laki-laki merupakan suatu usaha yang tidak sia-sia apabila lawan kita berusaha sesuai dengan kemampuannya untuk  bersaing dengan kaum laki-laki sesuai dengan sifat kewanitaannya, ujar Frans Lebu Raya.

Frans Lebu Raya mengaku keberhasilan program pemerintah dan pembangunan yang dicita-citakan tergantung pada  partisipasi seluruh masyarakat sehingga semakin tinggi partisipasi masyarakat, maka akan semakin berhasil pula pencapaian tujuan pembangunan yang ingin dicapai. Karena itu, dalam program pemerintah sebagai bagian dari pembangunan sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur masyarakat, yang pada hakekatnya bahwa pembangunan dilaksanakan dan ditujukan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Dengan demikian setiap masyarakat sebagai subyek pembangunan tidak lepas dari peranan wanita yang terlibat di dalamnya, sehingga partisipasi wanita perlu untuk diperhitungkan jika tidaki ngin disebut bahwa wanita Indonesia ketinggalan dibandingkan dengan wanita di negara-negara lain, terangnya.

Diakhir sambutannya, Gubenur NTT ini menrangkan bahwa kemajuan dan karier yang dicapai seorang wanita tidak dapat begitu saja diberikan atas dasar belas kasihan melainkan melalui perjuangan tanpa adanya perbedaan atau diskriminasi gender, tandasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *