Meteran Listrik Jadi Hiasan Tembok, Pasien Dilayani Gunakan Senter Cas

beritadelapanenam.com, – Rote Ndao, –Tak dapat dipungkiri bahwa sarana prasarana penunjang di bidang kesehatan seperti penerangan merupakan aikon yang sangat penting dalam pelayanan. Namun hal ini justru sangat berbeda dengan Puskesmas di Desa Soti Mori Kecamatan Rote timur. Karena belum terinstalasi oleh jaringan listrik, meteran listrik yang telah terpasang selama ini hanya sebagai hiasan tembok. Sehingga tidak mengherankan dalam menjalankan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat setempat petugas medis selalu menggunakan senter cas.  

Otnial Abraham Rili, Warga Dusun Soao 001 Desa Dai Ama Kecamatan Landu Leko mengungkapkan, bahwa saudarinya bernama, Meltji Novriana Rili bersama anaknya pernah kecelakaan lalulintas di Dusun Soao Desa Dai Ama Kecamatan Rote Timur belum lama ini. Kedua korban dijelaskan Otniel, mengalami puluhan luka robek pada tubuhnya sehingga terpaksa saat itu dilarikan ke  Puskesmas Sotimori untuk mendapatkan penanganan medis.

Setiba di sana, ditambahkan Abraham Rilli, yang ada hanya seorang perawat dan bidan non ASN sedangkan dokter tidak terlihat. Setelah itu jelang beberapa menit, barulah dilakukan tindakan medis terhadap kedua korban lakalantas ini.

Namun kembali, Otniel mengaku sangat menyesal karena mulai dari pembersihan luka, menyambungkan daging yang robek hingga jahitan luka, karena tidak ada penerangan listrik maka petugas medis hanya mengunakan senter cas.

Ditambahkan dia, akibat kondisi demikian, pihak keluarga akhirnya meminta untuk rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah, (RSUD), Baa, terangnya.

Yotam Loko, Petugas Kader Kesehatan Lingkungan (Kesling), Kecamatan Landu Leko menerangkan, dalam waktu dekat dirinya berniat untuk menemui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, drg Suardi agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini.

Kepala Puskesmas Sotimori, Poltje I.W. A.md,KL  ketika dikonfirmasi telpon genggamnya di nomer: 081238XXXXXX, Kamis, 22/18. Pukul 19:12 Wita, mengaku bahwa sampai dengan saat ini Puskesmas yang dipimpinnya itu belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah di bidang penerangan sehingga penanganan pasien pada malam hari pihaknya selalu menggunakan motor genzet namun karena kendala biaya operasioal maka sebagai alternatif pihaknya  terpaksa menggunakan senter cas,

Disamping itu dia juga menambahkan, puskesmas Sotimori sudah berstatus rawat inap tetapi selain fasilitas yang masih sangat minim, tenaga medis pun juga sangat kurang.

“Selama ini hanya ada satu tenaga dokter saja, “akunya.

Poltje I.W menyatakan pihaknya sudah memasukan usulan penerangan dalam anggaran Tahun 2018 dan pada bulan Mei 2018 mendatang dia optimis akan terjawab.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, melalui Kepala Dinas Kesehatan ketika dikonfirmasi pihak Kepala Dinas drg.Suardi tidak berada dikantornya. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *