Jokowi Idolanya Indonesia, di Rote Ndao, “Jocola” Jadi Pilihan Rakyat

Laporan : Riyan Tulle dan Alfred Kedoh

beritadelapanenam.com-Rote Ndao, – Presiden, Joko Widodo atau lebih akrab disapa dengan, Jokowi adalah sebuah nama yang kini menjadi idolanya rakyat Indonesia. Namun di tengah kebesaran nama ini, bertetapan pemilu Kada di Kabupaten Rote Ndao dan hadirnya duet pasangan calon, (paslon), Jonas Cornelius Lun, SPd dan  DR. Adolfina Elisabeth Mooy Koamesah, M. TH, M.Hum,

atau dikenal dengan tagline, “Jacola,” ternyata menjadi idola dan pilihan rakyat setempat.

“Kalau nama Jokowi terkenal dan jadi idola masyarakat Indonesia maka di Rote Ndao, “Jacola” juga jadi idola dan pilihan masyarakat,”demikian disampaikan Juru bicara Paket Sasando, Arkhimes Molle, SH, MA, Senin (12/03), pukul 15: 00 – 20:00 Wita dalam kampanye dialogis dikediaman Arnolus Mbuik RT. 011-RW. 005 Dusun Oedai Desa Oelua Kecamatan Rote Barat Laut.

Dalam orasi  politiknya, Paket Sasando yang juga disebut dengan tagline lain, “Mari Sama-sama Bangun Rote Ndao, dikatakan Ketua Perindo ini lebih fokus pada empat persoalan pokok  yang terbagi dalam 10 Kecamatan, yakni soal pokok dan menjadi penyakit pemerintah adalah belum ada pemerataan pada bidang ekonomi, pembangunan, kesehatan dan pendidikan, ungkap dia.

Dia memberi contoh politik misalnya seorang pemimpin tidak memilih dan mengangkat dirinya sendiri tetapi membutukan rakyat agar cerdas untuk menentukan pilihan yang tepat untuk masa depan daerah dan rakyatnya, tambah Molle  dengan nada tegas.

Kembali Arkhimes mencontohkan seorang gembala kerbau, yang dirinya selalu terbelakang dan hewan gembalaan mendahui diri sang gembala tetapi bagi seorang pemimpin yang baik dan tepat untuk Rote Ndao.

“Jangan kita pilih pemimpin seperti gembala kerbau yang hendak mendahui ternak menuju kubangan dan gembala pun akan masuk”. Mestinya seperti seorang pemilihara kuda yang setia menuntun kuda ke air dan rumput yang hijau untuk di kenyangkan. Ini adalah harapan bagi setiap rakyat Rote Ndao agar mendatangkan perubahan secara adil dan merata bagi rakyat. Bukan ingin menjadi pemimpin untuk mensejahterakan tim sukses namun melihat rakyat  secara utuh. Karena itu sejuta pengalaman politik di Nusak Dengka hanyalah menjadi budak politik untuk mau di tipu demi kepentingan politik,” harapnya.

Di sela orasi politiknya Ketua Perindo Rote Ndao ini juga menuturkankan sebaris kalimat syair bernuansa pembuka paradigma bagi tokoh adat, politik, perempuan, pemuda dan masyarakat Desa Oelua Kecamatan Rote Barat Laut, yang berisikan sejuta makna bahwa, “too mane mana sesele. Ma ina kakana mana lulutu,” yang berarti keputusan dan kebijakan sebuah daerah ada di tangan Bupati dan untuk mengurus kesejahteraan rakyat ada pada Wakil bupati.

Molle dalam kesempatan tersebut sempat menghimbau, agar masyarakat Oedai jangan memilih pemimpin berperilaku seperti tikus yang selalu merobek dan memakan hak rakyat. Karena Paket Sasando bila terpilih dan memimpin daerah Rote Ndao lima tahun ke depan dan tidak melakukan perubahan maka jangan sekali kali menyentuh telapak kakinya di Kecamatan Rote Barat Laut, pintah politisi kawakan ini dengan nada politis.

Di akhir orasinya, Arkimes Molle menghimbau agar masyarakat Desa Oelua Kecamatan Barat Laut mau membuka mata dan telinga sehingga dapat melihat, mendengar dan memilih sosok pemimpin yang terbaik, yaitu paket Sasando. Rakyat Rote Ndao jangan mau dibunuh dengan harga silet senilai 50.000 rupiah dan atau harga ikan meting 250.000 rupiah. Tetapi masyarakat Rote Ndao harus memilih dengan mata hati bukan mata “UANG”. Karena yang menentukan kemajuan bagi Kecamatan Rote Barat Laut adalah rakyatnya sendiri. Bukan memilih Paket Sasando karena melihat sosok Jonas Cornelius Lun dari Rote timur dan Adolfina berasal dari Rote Barat Daya.

“Kita pilih Paket Sasando karena dinilai Paket ini sangat pantas dan mampu serta benar-benar hadir di tengah rakyat Rote Ndao dengan tidak memilih cap.  Artinya tidak ada pilihan bagi tim sukses, keluarga, suku dan leo. Perbedaan dalam dunia politik itu wajar tetapi membedakan dalam kepemimpinan itu bukan seorang pemimpin berhati pelayan. Oleh karena itu, jangan  menduduki sebuah jabatan lalu membuat banyak stempel untuk semua jenis barang. Sebab rakyat pasti bertangisan air mata, cetus Molle

Ketua DPC Partai PDI Perjuangan Rote Ndao,  Zinsendorf Y. Adu, dalam kesempatannya menyampaikan Bupati Periode 2018-2023 berasal dari Paket Sasando untuk memimpin daerah Rote Ndao dengan tanpa memilah melainkan akan melakukan pemerataan di segala bidang dengan konsep pembangunan yang sama dapat sama rasa.

“Jangan orang lain tertawa menikmati sedangkan di tempat lain menangis bersedih-seduh,”harap dia.

Zinsendorf optimis bahwa bila masyarakat melegitimasi Paket Sasando memimpin lima tahun ke depan maka seluruh pembangunan akan dikawal langsung oleh partai politik pengusung, antara lain, PDI PERJUANGAN, PKS, PERINDO dan PKB. Partai politik pengusung akan sama-sama mengawal pembangunan demi keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat, kilah dia.

Pantauan awak media, di akhir kampanye tatap muka itu Paket Sasando di Dusun Oedai Desa Oelua, Calon Bupati dan Wakil Bupati menutupnya dengan himbauan moril serta paparan visi dan misi diberbagai sektor dan bidang.***

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *