Hasil Rampasan Korupsi KPK Akan Dimanfaat Polri

beritadelapanenam.com-Media Indonesia, –KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan aset rampasan senilai Rp12 miliar dan lebih dari Rp200 juta kepada Bareskrin Polri. Aset yang diserahkan tersebut hasil rampasan KPK terhadap dua koruptor M. Nazaruddin dan Fuad Amin. Wakil pimpinan KPK, Laode Syarief menjelaskan aset ini akan digunakan untuk operasional dalam menangani berbagai kasus.

“Kami menyerahkan barang rampasan yang didapat dari beberapa kasus. Dan akan digunakan untuk operasional. Pertama kasus Nazaruddin berupa rumah dan tanah. Satu lagi kasus Fuad Amin yakni satu mobil,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan semua aset rampasan telah diserahkan ke negara dengan disertai SK dari Kemenkeu. Aset lainnya lanjut Laode juga banyak diserahkan kepada pemerintah daerah sedangkan aset lainnya kemungkinan akan diserahkan kepada kejaksaan

“Untuk sementara belum yang kamu gunakan. Selalu kami serahkan kepada pemda, kejaksaan mungkin nanti kalau ada aset yang sesuai dengan KPK kami akan gunakan,” terangnya.

Aset rampasan dari terpidana Nazaruddin yaitu dua bidang tanah dan bangunan bernilai Rp12,4 miliar atas nama Nazaruddin dan istrinya Neneng Sri Wahyuni yang berada di jalanWijaya Graha Puri, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penyerahan aset tanah dan bangunan tersebut berdasarkan keputusan Menkeu Nomor 721/KM.6/2017, 12 September 2017. Sedangkan aset rampasan Fuad Amin berupa satu unit kendaraan Toyota Kijang Innova nopol M 1299 GC yang diperkirakan senilai Rp200 juta. Kendaraan saat ini masih berada di Surabaya, Jawa Timur.

“Penyerahan kendaraan rampasan itu ke Polri berdasarkan keputusan Menkeu Nomor 245/KM.6/WKM.07/KML.03/2017 tertanggal 8 November 2017,” imbuhnya.

Nantinya terang Laode, KPK tidak hanya menghibahkan aset sitaan kepada Polri tapi juga akan memberikan aset sitaan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Ini bukanlah aset Nazaruddin yang pertama. Aset berikutnya adalah kantor yang lebih besar lagi dan akan kami hibahkan kepada ANRI,” katanya.

Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto menuturkan aset tersebut dimohonkan dari Kemenkeu untuk bisa digunakan polri. Selanjutnya aset yang telah diterima ini akan dilaporkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Aset ini tentunya dimohonkan dari kemenkeu untuk bisa dimanfaatkan untuk kepentingan penegak hukum. Selanjutnya akan saya laporkan, yang jelas untuk kegiatan operasional reserse yang kita harapkan,” ungkapnya. (OL-7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *