Pilpres 2019 Daripada Capres Tunggal, Yusril: PBB Pilih Kampanyekan Kotak Kosong

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

beritadelapanenam.com-TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, menegaskan posisi PBB sebagai partai oposisi. Penegasan tersebut disampaikan setelah penetapan PBB sebagai peserta Pemilu 2019.

Menurut dia, PBB tidak merapat ke barisan partai pendukung Joko Widodo yang akan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang. PBB merasa lebih baik mengampanyekan kotak kosong.

Meskipun menentukan sikap sebagai partai oposisi, namun, Yusril membuka peluang bagi partai politik lainnya untuk berkomunikasi.

Selama ini, kata dia, PBB sudah memperlihatkan ciri khas sebagai parpol yang tidak tergoda kepada kekuasaan. Dia mengklaim lebih baik menyelamatkan bangsa dan negara untuk waktu mendatang.

“Kami berkomunikasi ke semua partai. Tapi kalau calon tunggal, barangkali PBB akan kampanye mendukung kotak kosong. Dan akan menjadi kekuatan oposisi utama dalam republik ini untuk kedepannya,” tutur Yusril, ditemui di Kantor KPU RI, Selasa (6/3/2018).

Apalagi, dia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu membuka peluang calon presiden tunggal. Untuk penentuan capres menggunakan hasil Presedential Treshold pada Pemilu 2014.

Sehingga, dia memprediksi Pilpres 2019 tak berbeda jauh dengan Pilpres 2014, di mana Joko Widodo akan bersaing dengan Prabowo Subianto memperebutkan kursi RI 1. Kecuali muncul poros ketiga.

“Kami tidak mikir koalisi. Kami pikirkan diri kami sendiri, kenapa kami harus koalisi Gerindra, PKS dll. Kalau memang kami bisa membentuk fraksi sendiri, kalau perlu kami sendirian yang oposisi,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *