Pekerjaan Lapangan Futsall dari Dana Desa Baadale di Ndudale Mubasir

beritadelapanenam.com, – Rote Ndao, –Pekerjaan lapangan futsal di Dusun Ndudale Desa Baadale Kecamatan Lobalain tidak menunjukan asas manfaat bagi masyarakat setempat. Pasalnya, pekerjaan lapangan futsal ini meski telah menghabiskan 105. 272. 500 rupiah dari dana desa namun kini menjadi mubasir. Bahkan deadline waktu  penyelesaian pekerjaan pun telah melewati batas tahun anggaran.

Ketua Tim Pengelolah Kegiatan Desa, (TPK), Baadale, sekaligus sebagai Kaur Perencanaan Desa Baadale, Yosep Nok, mengaku kegiatan pekerjaan lapangan futsal  belum rampung karena lambannya pendropingan matarial.

“Pekerjaan lapangan futsal memang benar belum rampung karena material terlambat didroping,”ungkap dia.

Ditambahkan, untuk penganggaran, seluruhnya sudah terserap. Hanya masalah waktu karena masyarakat yang mengerjakan sendiri. Hal inilah yang menjadi kendala. Namun Kembali dia optimis, pekerjaan akan dirampungkan dalam bulan Februari 2018, tegasnya.

Nok menguraikan item–item pekerjaan yang belum diselsaikan lebih kurang presentasinya mencapai empat puluh persen, diantaranya, pekerjaan urugan, pondasi penahan, pengecoran, fhinising, pengecetan dan pembuatan papan prasasti, terang dia.

Ditanya,  keterlambatan pembangunan dalam Tahun Anggaran 2017, (TA-2017), apakah tidak terjadi tumpang tindi anggaran karena tahun anggaran baru, Yosep Nok enggan berkomentar.

Sementara, Sekretaris TPK, Ferdinan Tulle, yang dimintai tanggapan, menegaskan, tugas pokok dan fungsi, (Tupoksi), dirinya sebagai Sekretaris TPK selama ini tidak di jalankan sebab Ketua TPK, Yosep Nok telah mengambil alih semua urusan sejak awal perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan kegiatan hingga penyerahan kepada masyarakat melalui tim PPHP Desa Baadale, tutur Tulle.

Dia menerangkan bahwa, pengelolaan Dana Desa, (DD) Baadale selama ini dikendalikan oleh Ketua TPK. Pihaknya tidak pernah tahu pengelolaan dan peruntukan dana tersebut. Sehingga bila ada persoalan hukum, dirinya mengira Ketua TPK lah yang harus bertanggungjawab, ucap dia.

“Soal kelolah dana desa Tahun Anggran 2017, beta selaku Sekretaris TPK dan Oskar Ketti sebagai anggota TPK tidak tahu apa-apa. Sebab kami tidak pernah difungsikan oleh Ketua TPK. Yang urus semua  Yosep Nok. Bahkan Hak kami pun dikebiri,” tambahnya.

Salah satu anggota TPK Desa Baadale, Oskar Ketti, yang hendak ditemui tidak berada di tempat. (RT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *