Jokowi Minta Agamawan Sebarkan Teladan Kerukunan

Sabtu, 10 February 2018 20:58 WIB                          Penulis: Christian Dior Simbolon

Berita86.com-Media Indonesia, Jakarta, – PRESIDEN Joko Widodo meminta para pemuka agama terus mengajarkan sikap toleran dan nilai-nilai persatuan ke kalangan masyarakat. Menurut Presiden, teladan agamawan dibutuhkan untuk membangun empati dan sikap saling menghormati antarkelompok masyarakat.

“Peran kita semuanya untuk terus-menerus memberikan contoh dan teladan-teladan yang baik. Teladan untuk berinteraksi dengan pemeluk agama yang lain dengan penuh empati dan saling menghormati, dan saling menghargai,” ujar Jokowi saat bersilaturahim dengan para peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama Untuk Kerukunan Bangsa di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/2).

Dijelaskan Jokowi, Indonesia kerap disanjung oleh kepala negara sahabat karena mampu membangun Islam yang moderat dan damai, serta menjaga kebhinekaan. Islam Nusantara bahkan menjadi rujukan negara-negara di seluruh dunia.

“Itu karena tokoh masyarakat dan pemuka-pemuka agama selalu mengedepankan dialog, mengedepankan musyarawah dengan penuh kesabaran. Karena Indonesia adalah rumah bersama bagi semua rakyat yang begitu majemuk. Dan karena Indonesia mempunyai Pancasila yang menjadi rumah bersama kita,” tuturnya.

Tak lupa, Jokowi pun meminta agar para pemuka agama terus mengingatkan publik bahwa perdamaian dan kerukunan yang dinikmati Indonesia merupakan berkah yang harus disyukuri dan dirawat.

“Jangan sampai kita lupa tentang anugerah dari Tuhan mengenai ini. Dan mohon umat dan masyarakat luas selalu diingatkan tentang nasib saudara-saudara kita di beberapa negara yang sedang dilanda konflik dan perang saudara, yang kehidupan sehari-hari selalu dihantui konflik dan perang, yang peradabannya mundur sampai puluhan tahun dan bahkan ratusan tahun ke belakang,” ujar dia.

Kepada Jokowi, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin menyerahkan sejumlah rekomendasi dan kesepakatan yang disusun para peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa di Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 8-10 Februari 2018.

“Pertama pemuka agama di Indonesia meneguhkan kesepakatan para pendiri bangsa bahwa negara kesatuan republik Indonesia atau NKRI yang berdasarkan Pancasila adalah bentuk terbaik dan final bagi bangsa Indonesia dan oleh karena itu harus dipertahankan keutuhannya, ujar Din membacakan salah satu isi rekomendasi.

Kedua, lanjut Din, pemuka agama di Indonesia sepakat bahwa Pancasila yang menjadi dasar NKRI merupakan kenyataan historis, sosiologis, antropologis, pengakuan geologis dan kristalisasi nilai-nilai agama.

“Indonesia adalah rumah besar untuk semua elemen bangsa yang majemuk. Karena itu, umat beragama harus berkomitmen mempertahan NKRI melalui pengamalan sila-sila dalam Pancasila secara sungguh-sungguh dan konsisten,” imbuhnya.

Ketiga, para pemuka agama di Indonesia memandang bahwa semua upaya yang ingin mengubah NKRI yang berdasarkan Pancasila merupakan ancaman serius bagi eksistensi bangsa dan negara Indonesia.

“Terhadap mereka yang ingin melakukan hal demikian perlu dilakukan yang dialogis dan persuasif melalui pendidikan dan penyadaran untuk memahami dan menerima NKRI berdasarkan Pancasila,” ujarnya.

Din menambahkan, para pemuka agama juga menyusun pandangan dan sikap umat beragama tentang pemerintahan yang sah hasil pemilu yang demokratis berdasarkan konstitusi. Terkait itu, menurut Din, pemuka agama di Indonesia memandang bahwa pemilu adalah sarana konstitusional yang beretika yang jujur dan adil untuk menghasilkan pemerintahan yang sah sesuai kehendak rakyat.

“Karena itu, segenap rakyat harus menerima dan menghormati dan mendukung pemerintahan hasil pemilu. Pemuka agama di Indonesia berpesan pemerintahan hasil pemilu yang demokratis berdasarkan konstitusi agar mengemban amanat rakyat secara amanah dan bertanggung jawab demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial,” imbuhnya. (OL-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *