Pelibatan Asing Tingkatkan Daya Saing

Ahad, 4 February 2018 23:31 WIB    Penulis: Adiyanto adiyanto@mediaindonesia.com

BERITA86.COM-MEDIA INDONESIA, -PEMERINTAH terus mendo-rong keterlibatan swasta dalam pembangunan sejumlah infrastruktur, termasuk bandar udara. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan swasta asing banyak yang berminat mengelola bandar udara di Indonesia sekalipun skema kerja sama untuk pengelolaan belum ditentukan. “Pelibatan swasta dalam pengelolaan bandara di Indonesia meraih respons positif dari investor asing. Kita belum studi, tapi yang minat banyak sekali,” kata Menhub kepada wartawan di Tangerang, Banten, ­­­akhir pekan Minggu (4/2).

Menhub mengatakan bentuk pelimpahan pengelolaan tersebut dalam bentuk kerja sama konsesi terbatas dan bukan serta-merta penyerahan kepemilikan atas bandara yang dikelola. “Jadi jangan salah, bukan dijual,” katanya. Pada November tahun lalu, Menhub mengungkapkan proyek lelang 10 bandara dan 16 pelabuhan akan dilakukan pada Januari 2018. Budi menyebutkan, sebelum proses lelang itu, hal pertama yang dilakukan ialah melakukan appraisal aset-aset yang akan dikerjasamakan. ­Appraisal dapat dilakukan Kementerian Keuangan untuk menentukan nilai bangunan.

Menhub menerangkan pembangunan infrastruktur dengan skema public partner partnership (PPP) tidak berkaitan dengan menjual aset negara. Skema itu justru akan meningkatkan daya saing yang kompetitif. Dengan daya saing yang lebih baik, kualitas pelayanan di setiap bandara dan pelabuhan pun semakin meningkat. “Ada persepsi yang berkembang bahwa sebagian infrastruktur seperti bandara tidak boleh diapa-apakan. Padahal, pada kenyataannya, itu bisa kita manage untuk kerja sama terbatas. Bukan menjual. PPP itu hal yang biasa di dunia internasional. Ada banyak manfaatnya, seperti membuat anggaran APBN lebih efisien karena maintenance aset menjadi tanggung jawab pihak ketiga,” terangnya

Ekonom Indef Bhima Yudhistira sebelumnya mengatakan, dengan APBN yang terbatas, keterlibatan masyarakat dalam hal ini swasta dalam PPP bisa menjadi skema yang dapat diandalkan pemerintah dalam membangun infrastruktur. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebelumya menegaskan keterlibatan swasta dalam pengelolan berbagai infrastruktur nasional bukan berarti pemerintah menjual aset. “Kita mau segera itu dikerjakan, jadi supaya swasta hidup. Tapi ja-ngan salah persepsi lagi dan nanti dibilang dijual,” ujarnya saat menjadi pembicara utama dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Pagu Kebutuhan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan 2019 di Jakarta, Kamis (1/2).

Presiden Joko Widodo juga memerintahkan untuk membuat beberapa bandara itu bekerja sama dengan swasta. Misalnya Bandara Silangit dan Bandara Bangka Belitung, dan juga kemudian di Bali dan Labuan Bajo.

Segera cair
Terkait dengan pendanaan, Luhut memastikan dana pinjaman dari Bank Dunia untuk pengembangan Bandara Sibisa di Sumatra Utara akan segera cair. Dana sebesar US$300 juta akan cair sebagian untuk dapat digunakan dalam pengembangan Sibisa. (Ant/E-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *