Marianus dan Emi, Dekatkan Diri Dengan Masyarakat Terpencil di Pulau Timor

Berita86.com-Kupang, Keinginan mereka untuk meminta ijin kepada para leluhur, menyapa, memperkenalkan diri dan menawarkan beragam dan berbagai program tentang bagaimana membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur ke depan, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Marianus Sae dan Emi Nomleni, yang diusung PDI Perjuangan dalam sepekan  melakukan tour politik dengan mengelilingi Pulau Timor.

Mereka menampilkan dan menunjukan cara yang sangat unik dan berbeda dengan pasangan calon lain. Mereka memilih menggunakan sepeda motor untuk masuk keluar dusun, desa dan kampung di daratan Pulau Timor.

Kondisi cuaca dan musim yang buruk serta kondisi medan yang rawan sebagian orang mungkin saja melihat dan menilai apa yang dilakukan ini adalah cara, “orang gila”.

Namun memang benar-benar bahwa berkeliling pulau Timor dengan hanya bersepeda motor itu sebuah cara, “gila”.

Menyeberangi sungai dan kali dengan air dalam dan deras. Gunung, bukit nan terjal  untuk dapat bertemu dan menyapa rakyat di pelosok pedalaman pulau Timor yang terpencil merupakan sebuah niat yang tulus karena masyarakat pulau Timor sekian lama hanya bisa sebatas mendengar nama pemimpin mereka namun seperti apa sosok pemimpinnya, Mereka pilih tetapi tidak pernah mereka lihat wajahnya.

Sehingga tidak mengherankan, ketika MS dan EN menyinggahi dusun dan desa, sambutan warga demikian luar biasa. Masyarakat sangat antusias menyambut kehadiran Marianus dan EMY dengan membuka pintu rumah dan pintu hati mereka.

Mereka tak menduga ada calon pemimpin yang tulus dan iklas ingin menemui mereka dengan rela menggunakan sepeda motor, meskipun harus bertarung dengan melalui medan yang berat.

“Saya ingin bertemu mereka orang-orang desa, masyarakat kecil yang jarang dikunjungi pemimpinnya, yang tidak pernah melihat wajah pemimpinnya. Saya ingin menyapa dan merangkul mereka, supaya mereka tahu bahwa pemimpin itu mesti rela datang melihat rakyatnya dari dekat. Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa pemimpin itu harus dekat dengan masyarakat. Naik sepeda motor pun saya lakukan karena ingin bertemu dengan masyarakat. Saya juga ingin tunjukkan bahwa pemimpin itu tidak boleh menjaga dan mengambil jarak dengan masyarakat kecil dan sederhana di desa dan dusun-dusun,” kata Marianus memberi alasan mengapa nekad menggunakan sepeda motor mengelilingi Pulau Timor.

Banyak warga mengaku jarang dikunjungi pejabat dari kabupaten, apalagi provinsi.  Bahkan seoraong camat pun selama ini tidak pernah mengunjungi mereka sampai di dusun di mana Marianus menjejakkan kakinya.

Mayarakat tidak sungkan mengatakan bahwa baru kali ini kamoung dan rumah mereka didatangi ole seorang pemimpin seperti Marianus Sae dan Emi Nomleni.

“Kami senang dan bangga pemimpin tidak lupa kami. Kami suka Pak Marianus karena datang kunjungi kami, lihat kami, makan sirih pinang dengan kami, makan ubi dan pisang dengan kami, duduk berbaur dengan kami.

Sosok Marianus memang fenomenal. Ketika merebut kursi panas Bupati Ngada pada periode pertama, orang Ngada bertanya-tanya tak percaya siapakah orang ini? Keraguan akan kemampuannya diekspresikan dengan cibiran dan hinaan.

Tak diinyana, setelah dilantik jadi Bupati Ngada orang terperangah. Tak percaya. Sosok atletis ini ternyata orang yang dinanti-nantikan selama ini. Dia pekerja keras, petarung ulung. Keberpihakan dan kepeduliannya terhadap masyarakat kecil adalah jiwa dan spirit hidupnya. Itu sebabnya, anak yatim piatu sejak kecil ini diterima masyarakat kecil yang merindu kehadiran pemimpin. Dambaan yang sudah sekian lama hanya bisa terpendam dalam impian.

Kisah hidup Marianus sebenarnya diwarnai dengan deraian air mata dan kerja keras. Sikapnya pantang mundur membawanya menjadi satria yang banyak membawa perubahan di Ngada. Lihat Ngada hari ini. Jalan-jalan tembus hingga ke dusun dan desa, Ngada terbuka terhadap dunia luar. Dan terpenting, Ngada keluar dari derita kemiskinan dan menjadi salah satu kabupaten di NTT yang tidak terkategori miskin.

Torehan luka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup pria kelahiran Bobajo, Kecamatan Golewa, Ngada, 8 Mei 1962 ini.

“Singgah di banyak rumah”, demikian Marianus menyimpulkan sepenggal kalimat untuk menggambarkan potret kehidupan yang telah dijalaninya sejak masa kanak-kanak hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di Kabupaten Ngada dan kini menjadi salah satu calon Gubernur NTT.

Ketika orang-orang seusianya di masa kecil memiliki orang tua lengkap, Marianus sudah keburu tercerabut dari sentuhan kasih sayang ayah kandung. Hingga kini sosok ini hanya dikenang Marianus dari cerita-cerita sisa para sahabat dan keluarganya. Seperti apa wajah sang ayah hanya bisa dipendam Marianus dalam hatinya.

Marianus adalah sosok yang dilahirkan dengan berbagai keterbatasan. Roda kehidupan Marianus kecil menjadi semakin berduri ketika di saat-saat kecil itu, ibunya juga harus kembali kepada Sang Khalik. Situasi hidup yang keras ini menuntut Marianus untuk berpindah dari rumah ke rumah, dari orang ke orang untuk bisa bertahan hidup.

Lingkungan dan latar belakang hidup seperti ini menempahnya menjadi sosok dengan karakter kuat. Kuat bekerja, kuat bertarung dan punya spirit luar biasa untuk maju.
Bersanding dengan Emelia Julia Nomleni, perempuan yang juga berjiwa pekerja, menjadikan duet dengan tagline MS-EMI ini pasangan pemimpin yang dibutuhkan NTT saat ini.

Perpaduan Marianus, sang fenomenal yang punya naluri bertarung dan jiwa pekerja keras dengan Emy Nomleni, perempuan berjiwa satria tetapi lembut, yang pernah menjadi anggota DPRD NTT akan melahirkan energi positif kepemimpinan untuk kondisi NTT ke depan.

Marianus punya pengalaman memimpin kabupaten. Dia punya pengalaman mengelola birokrasi. Dia sudah tahu dan paham caranya memanfaatkan sumber daya yang ada untuk kepentingan masyarakat. Dia punya pengalaman bagaimana mendekati masyarakat, mengajak mereka untuk bersama-sama mengubah nasib.

Sebagai perempuan, Emi Nomleni punya naluri perempuan yang lebih dominan dengan kelembutan, kesabaran, dan ketenangan.
Tidak salah, NTT butuh pemimpin dengan karakter kuat-lembut seperti duet MS-EMI. NTT butuh aura kepemimpinan yang kuat dalam aksi tetapi juga lembut dalam cara. Dan, itu hanya ada pada MS-EMI.

(tim media MS-EMI)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *