BPHTB Mahal, Warga Kupang Kesulitan Beli Rumah MBR

berita86.com-NTTERKINI.COM, Kupang – Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai warga berpenghasilan rendah kesulitan membeli rumah murah, karena biaya Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) masih tinggi.

Karena itu,  REI meminta pemerintah Kota Kupang untuk menghapus biaya BPHTB, sehingga harga rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa dijangkau seluruh elemen masyarakat.

“Kemampuan warga Kota Kupang tidak sama, sehingga tidak semua dapat membeli rumah yang di subsidi pemerintah,” kata Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, Senin, 29 Januari 2018.

Menurut dia,  program 1 juta rumah yang dicanangkan Presiden RI, telah dilaksanakan oleh REI, namun banyak kendala yang dihadapi terkait kemudahan warga mendapatkan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR-FLPP) yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berpenghasilan tetap maupun tak tetap.

Sesuai data REI NTT,  kata dia, kebutuhan rumah di NTT mencapai 127 ribu rumah, namun baru teralisasi sebanyak 2.044 rumah. Bahkan di NTT masih terdapat 63 ribu rumah yang tidak layak huni. “Harusnya mereka bisa menbeli rumah murah ini, ” katanya.

Selain itu, lanjut dia,  REI NTT juga meminta penghapusan biaya IJin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah FLPP dan kemudahan dan mempercepat proses dalam mengurus perijinan.

REI NTT berharap agar pemerintah kota segera mengimplementasi permintaan itu dalam kebijakan berupa peraturan daerah (Perda) atau peraturan wali kota (Perwali). (Lid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *