Petronas Jadikan RI Prioritas

Penulis: Usman Kansong

Berita86.com-media Indonesia-Jakarta, – PERUSAHAAN minyak dan gas Malaysia, Petronas, melihat Indonesia menyediakan kesempatan besar bagi pengembangan eksplorasi migas. “Indonesia memiliki dan memberikan peluang besar bagi pengembangan eksplorasi migas. Karena itu, kami menjadikan Indonesia top priority,” kata Head Country of Petronas Carigali Indonesia M Zaini B Md Nor dalam paparannya kepada SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta sejumlah pimpinan media, di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (26/1).
Petronas Carigali Indonesia beroperasi di Indonesia sejak tahun 2000.

Mereka telah menandatangani sembilan production sharing contract (PSC) dan saat ini mengoperasikan empat blok migas di Indonesia. Salah satunya ialah Blok Ketapang, di Lapangan Bukit Tua, dekat Madura, Jawa Timur. Lapangan Bukit Tua merupakan proyek hulu migas terbesar Petronas di Indonesia. Investasinya mencapai US$800 juta. Sebagai operator, perusahaan migas Malaysia itu memegang 80% saham dan 20% selebihnya dimiiki PT Saka Ketapang Perdana, anak perusahaan BUMN Perusahaan Gas Negara (PGN).
Petronas selaku operator Blok Ketapang siap mengebor dua sumur baru di Lapangan Bukit Tua untuk meningkatkan produksi dari 15.000 barrel oil per day (BOPD) menjadi 20.000 BOPD.

Selain itu, Petronas selaku pengelola Blok North Madura II juga menambah satu sumur untuk eksplorasi. Dari data SKK Migas, dana investasi untuk dua sumur itu mencapai US$80 juta. Perusahaan migas negeri jiran itu juga menguasai 80% saham di Blok Muriah. Petronas juga bekerja sama dengan anak usaha PGN di Blok Muriah, yakni PT Saka Energy Muriah Ltd. Sebelumnya Petronas menyatakan Lapangan Gas Kepodang, Blok Muriah dinyatakan dalam keadaan force majeure, yakni kapasitas produksi gas turun tidak seperti yang diprediksi sebelumnya.

“Kita menunggu kajian Lemigas (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bum),” kata Zaini. Hasil kajian menentukan keadaan foce majeure itu dan berapa jumlah kerugian yang dialami oleh Petronas. “Bisnis migas itu berisiko tinggi. Kapasitas migas yang diproduksi seringkali lebih kecil daripada yang diprediksi,” ucap Zaini.

Permudah prosedur
Persoalan di Blok Muriah itu tidak menyurutkan langkah Petronas untuk mengembangkan industri migas mereka di Indonesia. Petronas tetap menjadikan Indonesia sebagai satu area kunci untuk pengembangan industri migasnya. Wakil Kepala SKK Migas Sukandar mengatakan Indonesia akan menawarkan sejumlah blok kepada perusahaan migas dan dia berharap Petronas tertarik. “Salah satunya ialah blok di Papua,” kata Sukandar. Untuk menarik perusahaan migas, SKK Migas mempermudah prosedur administrasi.

“Pak Menteri ESDM mengibaratkan kita akan setujui perizinan jika Anda berminat bahkan sebelum penawaran resmi Anda ajukan,” ujar Sukandar. Petronas, kata Zaini, tentu akan mempertimbangkan tawaran itu. “Kita lihat dulu. Kita tentu lebih suka Jawa ketimbang Papua,” ujarnya. (E-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *