Modal Asing Masuk Rp46 Triliun

Penulis: Nicky Aulia Widadio, Akmal Fauzi

Berita86.com-media Indonesia-Jakarta, – MASUKNYA Indonesia dalam radar investasi para investor global menyebabkan aliran modal atau dana asing makin deras mengalir ke Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia sejak 1 hingga 26 Januari 2018 mencapai Rp46 triliun. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dari data periode sama 2017 sebesar Rp17 triliun. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan aliran modal masuk masih deras karena ditopang kuatnya fundamen ekonomi Indonesia.

Hal itu tecermin pada inflasi di 3,61% (tahun ke tahun/yoy) di akhir 2017, dan defisit neraca transaksi berjalan yang diproyeksikan di bawah 2% dari produk domestik bruto (PDB) 2017. Masih tingginya nilai modal asing yang masuk, kata Agus Martowardojo, juga tidak lepas dari kenaikan peringkat surat utang pemerintah Indonesia dari Fitch Ratings 20 Desember 2017. “Jadi, kelihatan bagaimana minat dari investor luar negeri yang percaya pada ekonomi Indonesia. Jadi, saya ingin menyampaikan bahwa kondisi kita secara umum baik,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pernyataan Agus itu memperkuat keyakinan bahwa Indonesia sedang menjadi perhatian investor global. Sebelumnya, sejumlah obligasi valas yang diterbitkan perusahaan atau pemerintah Indonesia laku keras diserbu investor. Jumlah permintaan yang masuk melebihi penawaran yang diajukan. Obligasi komodo bond milik BUMN PT Wijaya Karya Tbk, misalnya, mengalami kelebihan permintaan 250% sehingga jumlah emisi obligasi dinaikan menjadi US$405 juta dari rencana awal US$400 juta. Obligasi bermata uang dolar AS milik emiten energi, yakni PT Medco Energi Tbk, juga menyerap permintaan hingga delapan kali lipat.

Kenaikan suku bunga
Otoritas moneter melihat risiko eksternal yang harus diwaspadai ialah pengetatan kebijakan suku bunga acuan negara-negara maju yang dapat memacu aliran dana keluar dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. “Pada 2018, kami perkirakan ada yang menaikkan bunga lagi, ada yang naikkan bunga dua kali, ada tiga kali. Jadi, tentu kita harus siap-siap, harus waspada,” ujar Agus yang akan berakhir masa jabatannya pada Mei mendatang. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia bisa mencontoh keterbukaan India yang membuat negara tersebut ekonominya bisa tumbuh tinggi saat ini.

“India yang dulu agak tertutup bahkan cenderung sosialis, sekarang jadi lebih terbuka tidak hanya perdagangan investasi, tapi juga terbuka terhadap peran swasta dalam pengelolaan ekonomi negara,” ujar Bambang seusai menjadi pembicara kunci dalam peluncuran Indonesia Bureau of Economic Research (IBER) di Jakarta,Jumat (26/1). India saat ini menjadi negara yang memiliki pertumbuhan tinggi dan bersaing dengan Tiongkok. Melalui keterbukaan, ekonomi India tidak hanya tumbuh stabil, tapi juga nisbi tinggi. “Kita bisa lihat dampaknya tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil tinggi. Stabil kita sudah, tapi masih kurang di tingginya. Kita harus lihat apa yang dilakukan India dan apa saja yang bisa diadopsi.” (Ant/E-1)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *