Operasi Pasar Beras Terus Digenjot

berita86.com-Media Indonesia, –MESKI operasi pasar sudah digelar, harga beras di sejumlah daerah masih tinggi. Seperti di Jawa Tengah (Jateng), Tim Pengendali Inflasi diturunkan untuk menggelar operasi pasar beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten/Kota Brebes dan Tegal.
Tim Pengendali Inflasi yang dipimpin Sekda Jateng, Sri Puryono, mengatakan dalam operasi pasar ini pihaknya menjual beras medium seharga Rp8.500 per kilogram (kg). “Kami menggelontorkan beras keseluruhan 50 ton yang dijual di Brebes, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal,” kata Sri Puryono.

Ia berharap dengan operasi pasar ini harga beras bisa stabil. “Sebetulnya ketersediaan beras di Jateng mencukupi dan surplus. Stok beras di Jawa Tengah sebanyak 5.000 ton cukup sampai Maret. Tapi kami bukan berarti melarang beras impor. Kalau bisa beras impor tidak masuk Jateng,” harap Sri Puryono di Pasar Bulakamba Brebes, Selasa (23/1). Dari Bangka Belitung, Dinas Pangan provinsi setempat mengimbau seluruh masyarakat yang mengeluh mahalnya beras premium, hendaknya beralih ke beras medium yang dikeluarkan Bulog.

ANTARA FOTO/R. Rekotomo

 

Kepala Dinas Pangan Provinsi Bangka Belitung, Ahmad Damiri, mengimbau masyarakat untuk membeli beras medium yang dikeluarkan Bulog melalui operasi pasar. “Kami hanya mengimbau. Apalagi harga beras medium Rp9 ribu per kg dengan kualitas baik. Harganya juga di bawah harga eceran tertinggi. Banyak dijumpai di pasar,” saran Damiri. Sementara itu, di Sulawesi Tenggara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat mengancam akan memberikan sanksi pencabutan izin usaha kepada distributor dan pedagang nakal, jika ditemukan melakukan penimbunan Sampai sekarang stok beras di Sulawesi Tenggara mencukupi. Para pedagang lebih suka menjual beras lokal dari Konawe, Kowane Selatan dan Bombana. Dari Kota Sukabumi, Jawa Barat, harga beras medium dan premium belum juga beranjak turun. Saat ini harga beras Ciherang kualitas I sekitar Rp12.400 per kg, beras IR 64 kualitas II seharga Rp10.400 per kg, dan beras IR 64 kualitas II pada kisaran Rp9.800 per kg, sedangkan beras premium dijual Rp13.400 per kg. “Harga beras sekarang stabil. Tapi memang tergolong masih mahal. Belum ada penurunan harga,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kota Sukabumi, Ayep Supriatna.

Penyerapan beras
Pada bagian lain, menjelang panen raya yang diperkirakan pada akhir Februari hingga Maret, Bulog Subdivre Banyumas Jawa Tengah mulai bersiap melakukan penyerapan. Pada tahun ini Bulog Banyumas mendapat jatah penyerapan 51 ribu ton setara beras. Dari DIY, Perum Bulog Divre Yogyakarta memastikan siap membeli beras dari petani dengan harga komersial sesuai dengan kualitas beras.

Kepala Perum Bulog Divre Yogyakarta, Miftahul Ulum, menjelaskan pembelian dengan harga komersial agar bisa bersaing dengan harga yang dipatok tengkulak atau swasta.Sementara itu, Pemprov Jawa Timur, Kabupaten La­mongan, dan Kabupaten Merangin, Jambi, menolak impor beras. Alasannya, stok beras masih aman. (RF/HM/LD/BB/FL/YK/SL/AU/WJ/MY/SY/N-3)

Penulis: Supardji Rasban supardji@mediaindonesia.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *