Lebu Raya Minta CPNS 2017 untuk Tingkatkan Kualitas Diri

Berita86.com-Humas – Setelah mengikuti proses seleksi, memenuhi berbagai persyaratan dan dinyatakan lulus, maka sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), harus merasa gembira dan bersyukur. Sebab, dari ribuan orang mengikuti seleksi, kalianlah yang terpilih menjadi PNS pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM).

“Wujudkan syukur dan bangga tersebut dengan bekerja sebaik-baiknya, dalam membangun Indonesia di NTT, dsn tingkatkan terus kualitas diri dalam bekerja,” pesan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya pada Pembekalan Orientasi CPNS Tahun 2017 Kementerian Hukum dan HAM Wilayah NTT di Aula El Tari, Senin (22/1). Orientasi ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dengan tema ‘Sinergitas orientasi CPNS yang berkualitas.’

Gubernur Lebu Raya meminta para CPNS untuk terus memperbaharui motivasi kerja, terutama motivasi awal menjadi PNS supaya dapat upah dan mempunyai gaji sendiri mesti dimurnikan dari hari ke hari.

“Jangan cepat berpuas diri sesudah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PNS. Harus selalu cerdas dalam bekerja, jadi PNS tidak boleh berhenti belajar. Mesti terus belajar. Mesti punya ilmu sehingga dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” harap Gubernur.

Gubernur juga mengingatkan agar para CPNS menjaga integritasnya sebagai abdi negara dan masyarakat. Harus punya komitmen dalam diri untuk bekerja dengan benar dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Orang yang memiliki integritas tidak akan mengatakan, saya tidak akan mencuri karena saya akan dihukum. Melainkan dia akan mengatakan, saya memang tidak mau mencuri karena kepribadian saya bukan pencuri. Itu baru namanya integritas, bukan karena takut dipecat atau dihukum,” tegas Gubernur dua periode tersebut.

Hal lain yang ditekankan mantan wakil gubernur tersebut adalah perlunya ditanamkan disiplin dalam diri. Sebab, disiplin bukan saja soal datang, istirahat dan pulang tepat waktu.

“Disiplin yang dimaksudkan adalah disiplin kerja. Kerja, kerja dan kerja. Sejak tahun 2008, saya selalu mengkampanyekan kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas. Kita diterima sebagai PNS untuk bekerja. Kalau pekerjaan bisa diselesaikan hari itu, harus dituntaskan. Jangan tunda sampai besok,” pungkas Gubernur sembari meminta agar PNS dapat menjadi teladan dan contoh bagi sesama rekan kerja dan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah NTT, Muhammad Diah menjelakskan, formasi CPNS Kemenkum HAM NTT harusnya 438 orang. Dua orang dari Formasi S-1 Analisis Keimigrasian mengundurkan diri serta satu orang lagi Formasi S-1 Perancang Peraturan Perundang-undangan diakomodir kantor Pusat Kementerian Hukum dan HAM. Karena itu, yang mengikuti kegiatan orientasi ini hanya 435 orang.

Rincian formasinya terdiri dari Penjaga Lapas untuk formasi SLTA 378 orang, Analis Keimigrasian untuk formasi S-1 30 orang, Pemeriksa Keimigrasian untuk formasi D-III 12 orang serta Perawat dan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Kemasyarakatan (Bapas) untuk formasi S-1 sebanyak 15 orang.

“Untuk formasi tamatan SLTA dan D-III adalah seratus persen putera daerah NTT. Sementara formasi S-1, lima puluh persen adalah anak-anak NTT,” jelas Muhammad Diah. Kata dia, orientasi itu akan dilaksanakan dari tanggal 22 Januari sampai dengan 3 Februari 2018.

Muhamad Ramlan asal Maubesi, Kabupaten TTU dan Yulianda Adriana Putri Noa asal Pariti, Kabupaten Kupang, dua orang wakil CPNS mengungkapkan, seluruh proses seleksi penerimaan CPNS Kemenkum HAM Wilayah NTT sejak saat pendaftaran sampai dengan pengumuman kelulusan dilakukan secara transparan, terbuka dan profesional.

“Seleksi awal dilakukan secara online. Tahap yang menentukan kelulusan adalah tes CAT (Computer Assisted Test). Kami tidak mengenal seorang pejabat pun di Kementerian Hukum dan HAM. Kami datang ke sini dalam keadaan kosong tanpa ada relasi siapa pun,” ungkap Ramlan, anak petani tersebut.

Saat itu, Gubernur Lebu Raya juga menyerahkan secara simbolis SK 80 persen kepada perwakilan peserta. Kepala Kantor KemenkumHAM, Muhammad Diah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada beberapa  instansi yang telah memperlancar pelaksanaan proses  seleksi penerimaan PNS pada akhir Tahun 2017, diantaranya Ombudsman NTT, Polda NTT, Kantor Pos dan Giro NTT, TVRI NTT serta Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi NTT.

Tampak hadir Penasihat Menteri Hukum dan HAM, Josef Nai Soi, Wakil Ketua DPRD NTT Gabriel Beri Bina, Sekda NTT Ir. Benediktus Polo Maing, Unsur Forkompinda NTT, Kepala Ombudsman NTT, Kepala stasiun TVRI NTT, Kepala Kantor Pos dan Giro NTT, Pejabat Kementerian Hukum dan HAM wilayah NTT, dan undangan lain. (hms/aven/jdz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *