Gerindra Siap Bela Kadernya atas Dugaan Penganiayaan Anggota Brimob

Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah

berita86.com-Bogor-KOMPAS.com – Partai Gerindra siap memberikan bantuan hukum kepada empat orang kadernya yang diperiksa sebagai saksi atas laporan dugaan penganiayaan terhadap anggota Brimob Briptu AR.

Lokasi area parkir tempat hiburan malam Lips Club Bogor, di Jalan Sukasari, Bogor, Jawa Barat, diberi garis polisi setelah terjadi insiden keributan yang menyebabkan satu orang meninggal terkena tembakan, Sabtu (20/1/2018).(KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH)

Empat kader Gerindra yang diperiksa itu adalah Arief Rochmawan, Rizki Bayu Perdana, Rio Andika Putra Perdana, dan Arli Marasut. Mereka disebut diduga ikut terlibat dalam insiden keributan dengan Briptu AR.

Keempatnya merupakan rekan dari Fernando Alan Joshua Wowor, kader Gerindra yang meninggal setelah tertembak senjata api milik Briptu AR di area parkir diskotik Lips Club Bogor, Sabtu (20/1/2018), dini hari.

Ketua Bidang Hukum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi para saksi selama menjalani proses pemeriksaan. Hal itu sebagai bentuk bantuan hukum yang diberikan Gerindra kepada setiap kadernya yang berurusan dengan masalah hukum.

“Saya sangat kaget, ternyata rekan-rekan korban justru diperiksa sebagai saksi atas laporan dari calon istri anggota Brimob itu. Saya sebagai kuasa hukum merasa ini nggak fair,” ungkap Habiburokhman, dalam keterangannya, Minggu (21/1/2018).

Menurutnya, polisi harus bisa melihat fakta sesungguhnya di balik kasus itu. Dirinya menegaskan, pihaknya akan serius mengadvokasi kasus tersebut sampai keadilan benar-benar ditegakkan.

“Ini kan soal penembakan. Mungkin setelah penembakan itu, terjadi keributan dalam konteks membela diri untuk melumpuhkan anggota itu,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan para saksi kepada dirinya, sambung dia, perkelahian di antara mereka terjadi setelah korban terkena tembak.

Masih menurut keterangan saksi, anggota Brimob itu dikatakan telah menodongkan senjata apinya ke arah salah satu rekan korban.

Lanjutnya, mereka juga membantah soal pernyataan polisi yang menyebutkan bahwa sempat terjadi cekcok di area parkir sebelum peristiwa tertembaknya salah satu kader Gerindra itu.

“Versi mereka bilang tidak ada cekcok. Karena sama-sama nggak mau ngalah, anggota Brimob itu mengeluarkan pistol. Lalu korban bersama rekan yang lain mencoba merebutnya. Tiba-tiba ada suara letusan tembakan dan mengenai korban. Mereka kemudian berkelahi,” pungkasnya.

Jenazah kader Partai Gerindra, Fernando Wowor yang menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh anggota brimob tiba di rumah duka di Tomohon, Sulawesi Utara.(Kompas TV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *