Menhub Sebut Truk Muatan Berlebih Penyebab Kemacetan di Tol Cikampek

Kontributor : Pramdia Arhando Julianto

berita86.com-Cikarang-KOMPAS.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menemukan sejumlah kendaraan barang atau truk yang mengangkut muatan berlebih saat dia meninjau jalan tol Jakarta-Cikampek. Hal  itu didapati Budi saat di Parking Bay kilometer 18 jalan tol Cikampek.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) saat meninjau jalan tol Jakarta-Cikampek di Parking Bay kilometer 18 Cikampek, Jawa Barat, Minggu (21/1/2018).(KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO)

Budi mengatakan, kendaraan barang atau truk yang berlebih muatan menjadi salah satu faktor utama penyebab kemacetan di jalur tersebut. Jalan tol Jakarta- Cikampek sendiri banyak dikeluhkan oleh masyarakat karena terus alami kemacetan di beberapa titik.

“Tadi lima truk yang kami stop semua kelebihan beban. Kami harus mencari suatu jalan (solusi) yang baik,” ujar Budi Karya saat konferensi pers di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu (21/1/2018).

Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Detiyadi mengatakan, persoalan kendaraan barang yang memiliki muatan berlebih merupakan masalah yang kompleks dan perlu diselesaikan oleh banyak pihak.

Selain itu, Budi menyayangkan saat ini sanksi yang diberikan pengadilan terhadap truk-truk bermuatan lebih, dinilai terlalu kecil dan tidak memberikan efek jera.

“Kalau lihat Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dendanya cuma Rp 500.000 itu maksimal akhirnya hakim bisa menjatuhkan dibawah Rp 500.000,” ungkap Budi Setiyadi.

Dia mengatakan, dengan minimnya denda yang diberikan, maka tidak akan memberikan efek jera kepada pelanggar, dengan ini pihaknya akan menempuh revisi Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Makanya kemarin ada supir mengatakan udah pak tilang mah tilang aja pak enggak masalah saya, nanti juga diambil sama bos saya, kan meremehkan itu artinya Undang-undangnya belum membuat mereka jera,” sebutnya.

Sementara itu, Budi mengimbau kepada pelaku usaha angkutan barang atau perusahaan yang menggunakan jasa angkutan barang agar lebih mengedepankan kepentingan publik.

“Dari sisi pengusaha saya berharap pengusaha jangan mikirin bisnisnya saja tapi juga perhatikan kepentingan umum . Kalau dia overload kan kecepatannya lambat, dampaknya kemacetan, apa pengusha enggak mikir, terus selanjutnya adalah kerusakan jalan, katanya mementingkan kepentingan umum, ini kepentingan dia sendiri,” paparnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *